INDRAMAYU,DC – Gerakan Pers Lurus, Akurat, dan Kritis (GEPLAK) resmi muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap praktik pembungkaman, kooptasi, serta pelemahan fungsi pers di daerah.
Hal tersebut ditegaskan Ketua GEPLAK, Ali Zaidan, dalam pertemuan perdana yang digelar di Kantor Sinarpagi Jaya, Perumahan Graha Arta Sindang, Kabupaten Indramayu, Jumat (23/1/2026).
Ali Zaidan menyatakan, kehadiran GEPLAK bukan sekadar forum perkumpulan wartawan, melainkan respons atas realitas pahit yang dihadapi dunia jurnalistik lokal saat ini.
Ia menilai, kritik pers kerap dianggap ancaman, data dibungkam oleh kekuasaan, dan independensi profesi sering dipertukarkan dengan kenyamanan sesaat.
“GEPLAK lahir dari kegelisahan. Ketika kritik dianggap musuh, kebenaran ditekan, dan wartawan dipaksa jinak oleh kepentingan,” ujar Ali Zaidan.
Ia menegaskan, GEPLAK tidak akan berkompromi dengan praktik jurnalistik yang mengorbankan kebenaran demi kepentingan tertentu.
“Kami tidak anti-pemerintah, tapi kami anti pembodohan. Kami melawan ketidakadilan dan manipulasi informasi,” tegasnya.
Ali Zaidan juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap wartawan, baik berupa tekanan, intimidasi, hingga kriminalisasi, bukanlah hal baru. Namun sejarah membuktikan bahwa pers yang konsisten dan berintegritas tidak akan pernah bisa dibungkam selamanya.
“Tekanan boleh datang, tapi nurani tidak boleh mati. Kebenaran bisa ditunda, tapi tidak bisa dihapus,” katanya.
Sebagai ruang kolektif, GEPLAK disebut tidak memiliki hierarki kaku, kepentingan pribadi, maupun loyalitas buta. Landasan utama gerakan ini adalah komitmen bersama untuk menjaga marwah dan integritas profesi wartawan.
“Pers sejati tidak lahir untuk menyenangkan semua pihak. Pers lahir untuk memastikan publik tidak dibohongi,” pungkasnya.
Ia menambahkan, pers saat ini berada di persimpangan. Di satu sisi dituntut kritis, namun di sisi lain kerap ditekan oleh kepentingan kekuasaan, ekonomi, dan relasi transaksional yang berupaya menjinakkan.
“Kalau pers hanya berani saat aman, lalu diam ketika publik dirugikan, itu bukan pers,” tegas Ali Zaidan.(Zulkarnain)
















