INDRAMAYU,DC – Sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan penguatan nilai-nilai spiritual bagi petugas serta warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan yang digelar di lingkungan Lapas Kelas IIB Indramayu tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta.
Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum penting untuk mengingat kembali peristiwa besar dalam sejarah Islam, sekaligus memperdalam pemahaman tentang kewajiban menunaikan shalat lima waktu sebagai perintah langsung dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan harus dimaknai sebagai pengingat untuk terus memperbaiki kualitas ibadah dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kami berharap seluruh petugas dan warga binaan dapat semakin memperkuat keimanan, meningkatkan kedisiplinan dalam melaksanakan shalat lima waktu, serta menjadikannya sebagai pondasi dalam membentuk karakter yang lebih baik,” ujar Berthoni.
Ia menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan bagian penting dari program pembinaan kepribadian yang dilaksanakan secara berkelanjutan di Lapas Kelas IIB Indramayu.
Menurutnya, kedisiplinan dalam beribadah mampu menumbuhkan pengendalian diri, rasa tanggung jawab, serta sikap positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut diisi dengan tausiyah oleh Drs. H. Zaenal Mahmud, M.Pd., dari Kementerian Agama Kabupaten Indramayu.
Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum muhasabah diri dan memperbaiki kualitas iman serta amal.
“Isra Mi’raj hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, dan menjadikan shalat sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Indramayu berharap seluruh petugas dan warga binaan dapat mengambil hikmah dari peringatan Isra Mi’raj serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dengan menjaga dan melaksanakan shalat lima waktu secara disiplin dan penuh kesadaran sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT.(*)
















