INDRAMAYU,DC – Menjaga kesucian Bulan Ramadhan dengan semangat pembinaan, Lapas Kelas IIB Indramayu menggelar razia penggeledahan blok hunian sekaligus tes urine bagi pegawai dan warga binaan, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Topa Maulana bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Kasubsi Keamanan, serta jajaran staf terkait.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat terkait peningkatan kewaspadaan selama Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Deteksi Dini Gangguan Keamanan
Razia dilakukan di sejumlah kamar hunian dengan metode pemeriksaan yang sistematis sesuai Surat Edaran Nomor WP.11-OT.02.02-962026.
Petugas memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur operasional standar (SOP) dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Langkah ini bertujuan mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban, seperti upaya pelarian, penyelundupan narkotika, hingga penggunaan alat komunikasi ilegal.
Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang terlarang yang berpotensi disalahgunakan dan selanjutnya dimusnahkan.
Tes Urine Seluruhnya Negatif
Selain razia, tim medis juga melaksanakan tes urine terhadap 11 pegawai dan 36 warga binaan yang dipilih secara acak sebagai bagian dari penguatan integritas dan penerapan kebijakan zero tolerance terhadap narkoba di lingkungan lapas.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif atau nihil dari penyalahgunaan narkoba.
Perkuat Komitmen Integritas
Meski dilaksanakan di tengah ibadah puasa, kegiatan berlangsung tertib dan kondusif. Hal ini sejalan dengan upaya menjamin hak warga binaan untuk beribadah sekaligus memastikan keamanan tetap terjaga.
Kasi Kamtib Lapas Indramayu, Topa Maulana, mengatakan Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat komitmen integritas.
“Sesuai arahan pimpinan, kami melaksanakan deteksi dini secara proaktif. Kami ingin memastikan seluruh proses pembinaan berjalan dalam lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Indramayu kembali menegaskan komitmen Zero HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba) sekaligus mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).(*)
















