Berita  

Pertamina Drilling Raih Penghargaan Nasional Lewat Program Air Bersih di Desa Klamono Sorong

banner 120x600
banner 468x60

SORONG,DC – Sebelum hadirnya program tanggung jawab sosial dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia, masyarakat di Desa Klamono masih menghadapi keterbatasan akses air bersih dan listrik.

Warga mengandalkan sumur dangkal serta aliran sungai dengan kualitas air yang belum terjamin. Saat musim kemarau, debit air menurun drastis sehingga masyarakat harus menempuh jarak lebih jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut berdampak pada kesehatan dan aktivitas warga, terutama ibu rumah tangga dan anak-anak. Selain itu, keterbatasan listrik yang masih bergantung pada genset pada waktu tertentu turut membatasi produktivitas dan kegiatan belajar masyarakat.

Melihat kebutuhan tersebut, Pertamina Drilling menghadirkan program penyediaan air bersih yang menjadi solusi nyata bagi warga Desa Klamono. Program ini menghadirkan akses air bersih yang lebih layak, berkelanjutan, sekaligus meringankan beban masyarakat yang sebelumnya harus berjalan jauh untuk mendapatkan air.

Atas kontribusi tersebut, Pertamina Drilling berhasil meraih penghargaan Nusantara CSR Awards 2026 melalui Program Penyediaan Air Bersih. Dalam ajang itu, perusahaan meraih skor tinggi 95,22 dan masuk kategori Platinum Alignment, level tertinggi dalam penilaian keberlanjutan program. Penghargaan tersebut diserahkan pada Rabu (8/4) di Jakarta.

Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian adalah inisiatif penyediaan air bersih di Desa Klamono melalui inovasi W-SBC AQUAFIX. Sistem ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan operasional perusahaan.

Teknologi W-SBC AQUAFIX memanfaatkan proses filtrasi multitahap dengan karbon aktif dari arang bonggol jagung sebagai media utama penyerap kontaminan organik dan logam berat dari aliran Sungai Klasafet. Sistem ini diperkuat media mangan, pasir karbon, dan silika agar mampu menghasilkan air layak konsumsi.

Tiga unit tandon dengan kapasitas total 3.300 liter juga disiapkan untuk menjamin pasokan air bagi masyarakat Kampung Posa.

Keberlanjutan sistem didukung energi surya sebagai penggerak utama pompa air. Penggunaan panel surya memungkinkan sistem beroperasi mandiri tanpa ketergantungan pada listrik konvensional maupun bahan bakar fosil. Sistem ini mampu mendistribusikan 3.300 liter air dalam waktu dua jam operasional.

Kualitas air yang dihasilkan juga telah mengacu pada standar World Health Organization serta regulasi kesehatan nasional. Inovasi ini mampu menurunkan kadar besi (Fe) hingga 0,05 mg/L dan menghasilkan tingkat kekeruhan sesuai syarat kesehatan.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan program berkelanjutan.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa program CID yang kami jalankan tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan operasional perusahaan,” ujarnya.

Program ini juga mendukung Sustainable Development Goals nomor 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, nomor 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, serta nomor 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Selain itu, program ini mencatatkan capaian CEPI Champion Candidate dengan nilai 5,73, yang berarti setiap Rp1 investasi mampu melindungi hingga Rp5,73 nilai ekonomi dari potensi risiko operasional.

Keberhasilan tersebut semakin menegaskan posisi Pertamina Drilling sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga berkomitmen menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan melalui program berkelanjutan.(Sela)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *