INDRAMAYU,DC – Keluarga Aman Yani mendatangi Polres Indramayu pada Minggu malam (3/5/2026) untuk membantah tuduhan yang menyebut Aman Yani sebagai otak pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Kedatangan keluarga tersebut didampingi kuasa hukum Ruslandi. Mereka tidak hanya memberikan klarifikasi, tetapi juga melaporkan dugaan fitnah serta upaya penghalangan proses hukum (obstruction of justice).
Nama Aman Yani sebelumnya mencuat dalam persidangan setelah disebut oleh terdakwa Ririn sebagai sosok yang diduga menjadi dalang di balik pembunuhan Budi Awaludin dan keluarganya pada tahun 2025.
Namun pihak keluarga menegaskan bahwa Aman Yani telah lama tidak diketahui keberadaannya. Ia disebut hilang kontak sejak tahun 2016 dan tidak pernah memberikan kabar hingga saat ini.
“Sejak sembilan tahun lalu kami sudah kehilangan kontak. Tidak ada kabar sama sekali,” ujar Ruslandi.
Keluarga juga mempertanyakan keterangan terdakwa yang mengaku sempat bertemu Aman Yani pada tahun 2025 di kawasan kuliner Cimanuk, Indramayu.
Menurut mereka, berbagai upaya pencarian telah dilakukan, termasuk menyebarkan informasi orang hilang di media sosial, namun tidak membuahkan hasil.
Adik kandung Aman Yani, Uyat Suratman, turut mengungkap fakta lain. Ia mengaku pernah diminta oleh Ririn untuk mengaku sebagai Aman Yani guna mengambil dana pensiun, bahkan diminta membuat surat kuasa palsu.
“Selain itu, keluarga juga mengaku pernah menerima komunikasi mencurigakan pada tahun 2018 dari seseorang yang mengaku sebagai utusan Aman Yani. Namun sosok tersebut tidak pernah bersedia berbicara langsung saat dihubungi,” ucap Uyat.
Atas dugaan pencatutan nama tersebut, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya resmi melaporkan pihak-pihak yang diduga terlibat ke kepolisian.
“Keluarga menyatakan siap mendukung proses hukum apabila Aman Yani benar ditemukan. Namun mereka menegaskan bahwa tuduhan yang menyebutnya sebagai dalang pembunuhan tidak berdasar,” ujarnya.(Sela)
















