Berita  

Jadi Percontohan Desa Malang Semirang Bentuk Pos Ketahanan Pangan, Warga Rentan Dapat Bantuan Gratis

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU,DC – Pemerintah Desa Malang Semirang, Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu, Jawa Barat membentuk pos ketahanan Pangan atau Lumbung pangan bagi masyarakat, dan itu menjadi percontohan bagi desa lain.

Hal tersebut sebagai upaya memastikan tidak ada warga yang mengalami kelaparan, stunting, maupun kekurangan pangan, terutama bagi kelompok rentan seperti fakir miskin, lansia, dan anak yatim.

Kepala Desa Malang Semirang, Rusmono Syafi’i, menjelaskan, gagasan tersebut terinspirasi dari pemikiran Gubenur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM, yang menekankan pentingnya ketahanan pangan di tingkat desa.

Pos ketahanan pangan ini dilengkapi dengan lumbung pangan dan pos pengaduan warga, sehingga masyarakat bisa melapor apabila mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

“Jangan sampai ada warga desa yang tidak bisa makan. Karena itu kami siapkan lumbung pangan yang berisi beras, sembako, obat-obatan, hingga makanan kaleng seperti sarden,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Selain bahan pangan, pos tersebut juga dilengkapi peralatan pendukung untuk antisipasi bencana alam, sehingga dapat dimanfaatkan dalam kondisi darurat.

Sumber pendanaan program ketahanan pangan ini berasal dari Dana Desa sebesar 30 persen pada tahun anggaran 2025. Di Desa Malang Semirang, dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai sektor produktif, salah satunya budidaya jamur.

“Hasil keuntungan dari budidaya jamur kami masukkan kembali ke lumbung pangan dan untuk pengembangan usaha,” jelasnya.

Tak hanya jamur, ketahanan pangan desa juga dikembangkan melalui sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Dengan demikian, kebutuhan pangan masyarakat diharapkan dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Seluruh bantuan pangan yang disalurkan melalui lumbung pangan ini diberikan secara gratis, dengan sasaran utama fakir miskin, lansia, janda dan duda, serta anak yatim.

Meski demikian, masih terdapat kendala dalam produksi jamur yang saat ini baru mencapai sekitar 40 persen dari target satu kuintal per hari.

Namun, jika target tersebut tercapai, pemerintah desa optimistis ketahanan pangan akan semakin kuat sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Bahkan, pemerintah desa telah menjalin kerja sama dengan warga melalui skema permodalan. Warga yang ingin berusaha budidaya jamur difasilitasi modal, yang nantinya dikembalikan dalam bentuk hasil panen jamur.

“Harapan kami ke depan, Desa Malang Semirang menjadi desa yang masyarakatnya tidak ada yang kekurangan pangan, tidak stunting, dan tidak kelaparan. Kami berpikir bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *