INDRAMAYU,DC – Ketua Fraksi DPRD Provinsi Jawa Barat, Ratnawati mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan hidup serta mendorong penegakan hukum yang tegas bagi para perusak lingkungan agar memberikan efek jera.
Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Kantor Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat sekaligus anggota Fraksi Demokrat DPR RI, Herman Khaeron, Kuwu Desa Dermayu Wasjudin, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah undangan lainnya. Hadir pula Kuwu Desa Rambatan Wetan, Tarjuki.
Ratnawati mengatakan, ajakan menjaga lingkungan tersebut sejalan dengan tugasnya di Komisi III DPRD Jawa Barat yang membidangi lingkungan hidup, kehutanan, pertambangan, dan pembangunan terkait.
Ia mengaku sengaja memilih komisi tersebut meskipun latar belakang pendidikannya di bidang kesehatan karena ingin menghadapi tantangan baru sekaligus memperdalam pemahaman terkait persoalan lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, Ratnawati juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat, di antaranya permintaan pemagaran komplek Situs Makam Selawe, pembangunan lapangan futsal, penanganan banjir di daerah rendah, hingga pengadaan gerobak sampah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Herman Khaeron secara pribadi menyatakan siap membantu biaya pemagaran komplek situs dan pembangunan lapangan futsal masing-masing sebesar Rp50 juta, serta bantuan pengadaan genset dan gerobak sampah. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan para peserta sosialisasi.
“Tadi banyak yang disampaikan oleh peserta, mulai dari Kuwu hingga RW. Ada banyak kebutuhan yang belum terakomodasi dalam penganggaran baik oleh kabupaten maupun provinsi, termasuk dari dana desa. Hal-hal yang disampaikan warga akan kami catat untuk dicarikan solusi ke depan,” ujar Herman Khaeron, yang akrab disapa Hero.
Ratnawati menilai persoalan sampah menjadi salah satu masalah paling mendesak yang banyak dikeluhkan masyarakat. Selain itu, ia juga menyoroti persoalan daerah aliran sungai (DAS), eksploitasi kawasan pegunungan dan hutan, serta alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi kawasan perumahan atau industri yang berpotensi mengancam ketahanan pangan dan keseimbangan ekosistem.
Ia menyebut sejumlah DAS utama seperti Sungai Citarum, Sungai Cipanas, dan Sungai Cimanuk masih menjadi prioritas penanganan nasional maupun daerah, termasuk di wilayah Indramayu dan daerah pemilihan Jawa Barat XII seperti Kota dan Kabupaten Cirebon.
Permasalahan yang dihadapi antara lain pencemaran limbah industri dan rumah tangga, penumpukan sampah, sedimentasi, hingga alih fungsi lahan di kawasan hulu yang memicu banjir maupun kekeringan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Ratnawati menilai perlu adanya fokus DPRD dalam mengevaluasi kerja sama pengelolaan sampah antar daerah maupun dengan pihak ketiga. Selain itu, ia juga mendorong desentralisasi pengelolaan sampah dengan menjadikan desa atau komunitas sebagai pusat pengelolaan melalui TPS 3R maupun bank sampah.
Ia juga menekankan pentingnya alokasi anggaran yang memadai untuk teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan serta penegakan hukum yang tegas.
“Kami mendorong penegakan hukum yang tegas dan maksimal, termasuk sanksi perdata atas kerugian lingkungan. Selain itu, perlu evaluasi regulasi perizinan agar lebih ketat dan pro-lingkungan,” tegasnya.
Menurut Ratnawati, pengawasan terhadap implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH), seperti Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang RPPLH, juga harus dilakukan secara ketat.
Sementara itu, Kuwu Desa Dermayu Wasjudin menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Ratnawati dan Herman Khaeron terhadap rencana pembangunan di desanya.
Ia mengakui, anggaran Dana Desa tahun 2026 mengalami perubahan sehingga Desa Dermayu hanya menerima sekitar Rp300 juta lebih. Kondisi tersebut membuat sejumlah program pembangunan desa yang sebelumnya diusulkan masyarakat belum dapat direalisasikan.
“Dengan adanya support pendanaan tersebut tentu sangat membantu rencana pembangunan yang ada di Desa Dermayu,” ujar Wasjudin.(Sela)
















