INDRAMAYU,DC – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, Kusnali, melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka Safari Ramadan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu, Kamis (12/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kusnali meresmikan sejumlah fasilitas baru untuk meningkatkan pelayanan publik serta pembinaan kemandirian warga binaan.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah peresmian Pos Balai Pemasyarakatan (Bapas) secara serentak untuk wilayah Ciayumajakuning yang meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Pos Bapas tersebut hadir di beberapa daerah, yakni Indramayu, Gintung, Kuningan, dan Majalengka.
Kusnali menjelaskan, keberadaan Pos Bapas bertujuan mempermudah akses bagi narapidana yang sedang menjalani program Pembebasan Bersyarat (PB).
“Dengan hadirnya Pos Bapas, mereka cukup melapor di sini saja, tidak perlu jauh-jauh ke Bapas induk di Cirebon. Ini lebih dekat, efisien, dan tanpa biaya,” ujar Kusnali usai kegiatan, didampingi Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni.
Selain peresmian layanan integrasi, Kusnali juga meresmikan sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan berupa fasilitas pembuatan roti (bakehouse) serta peternakan ayam petelur.
Produk roti hasil produksi warga binaan Lapas Indramayu bahkan telah menjalin kerja sama dengan pihak eksternal untuk menyuplai kebutuhan di sejumlah wilayah, mulai dari Majalengka hingga Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, Kusnali juga menyoroti potensi besar sektor peternakan sebagai bagian dari program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Ia menargetkan produksi telur di Jawa Barat dapat mencapai 35 ton per bulan melalui kolaborasi beberapa lapas seperti Sukamiskin, Garut, Banceuy, dan Bogor.
Target tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan internal sebanyak 26.434 warga binaan di Jawa Barat yang membutuhkan sekitar 23 ton telur per bulan, sehingga diharapkan dapat menghasilkan surplus produksi
Menjelang Hari Raya Idulfitri, Kusnali memastikan pihaknya tengah melakukan pendataan usulan remisi bagi warga binaan yang memenuhi syarat. Ia juga mengingatkan agar momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana introspeksi diri.
“Manfaatkan waktu yang diberikan petugas untuk kegiatan positif seperti tarawih dan tadarus. Semoga ini menjadi bekal ilmu yang bermanfaat saat mereka kembali ke masyarakat nanti,” pungkasnya.(Sela).
















