Berita  

Kloter Pertama Haji Indramayu Masuk Asrama, Penerbangan Dijadwalkan Besok

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU,DC– Sebanyak 445 calon jemaah haji kloter pertama asal Kabupaten Indramayu mulai masuk ke Asrama Haji Indramayu, Selasa (21/4/2026).

Rombongan ini sebelumnya dilepas secara simbolis dari Pendopo Indramayu sebelum menjalani proses akhir keberangkatan menuju Tanah Suci.

Para jemaah dijadwalkan terbang melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, mengatakan pada hari pertama embarkasi di Indramayu pihaknya menerima total 445 orang yang terdiri dari 441 jemaah dan 4 petugas.

“Pada Embarkasi di Indramayu pada hari pertama ini kami menerima jemaah sebanyak 445 orang. Terdiri dari jemaah sebanyak 441 orang dan 4 orang petugas, ini dari Kabupaten Indramayu,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, para jemaah langsung disambut petugas. Jemaah lanjut usia mendapat pendampingan khusus, termasuk fasilitas kursi roda untuk memudahkan mobilisasi menuju aula Asrama Haji.

Boy memastikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan siap berangkat. Seluruh petugas, mulai dari tim kesehatan hingga pendamping kloter, juga telah disiagakan untuk memberikan pelayanan maksimal.

“Insya Allah semua bisa berjalan dengan baik, dengan lancar,” katanya.

Untuk memberikan waktu istirahat yang cukup bagi jemaah, di Asrama Haji tidak dilakukan prosesi seremonial penyambutan. Petugas langsung fokus pada proses administrasi dan layanan utama.

Jemaah menjalani pemeriksaan kesehatan, pembagian gelang identitas, paspor, uang living cost, hingga kartu Nusuk secara cepat dan terintegrasi.

“Jadi proses ini tidak lebih dari satu jam harapan kami sehingga jamaah bisa banyak waktu untuk beristirahat,” jelas Boy.

Sementara itu, guna menghindari kepadatan dan keterlambatan menuju bandara, jemaah akan mulai diberangkatkan dari asrama sejak pukul 05.00 WIB.

“Jadi rencana kami akan dorong jamaah itu sekitar jam 5 pagi dari asrama. Kami dorong untuk bergerak, melakukan pemeriksaan x-ray terakhir sehingga bisa langsung masuk ke bus dan berangkat ke bandara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *