Berita  

PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H, PEMKAB INDRAMAYU AJAK MASYARAKAT TELADANI AKHLAK RASULULLAH

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU, DC – Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1448 Hijriah di Masjid Agung Indramayu, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat dan jajaran pemerintah daerah untuk meneladani akhlak, keteladanan, serta besarnya kasih sayang Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam acara tersebut, Staf Ahli Bupati Indramayu Bidang Politik dan Kesra, Yus Rusmadi, hadir mewakili Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang berhalangan hadir secara langsung akibat adanya tugas kedinasan.

Membacakan sambutan Bupati, Yus Rusmadi menyampaikan bahwa Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar agenda rutin memperingati kelahiran Rasulullah, melainkan sarana memperkuat kehidupan keagamaan, pendidikan sosial, serta pembentukan karakter masyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak, kepemimpinan, kesabaran, kasih sayang, dan perjuangan beliau,” ujar Yus Rusmadi.

Yus menambahkan, sinergi antara pemerintah, ulama, pesantren, dan seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan tata kelola daerah yang religius, harmonis, serta sejahtera sesuai visi Indramayu REANG.

HABIB NOVEL ALAYDRUS : JANGAN BURU-BURU HAKIMI BENCANA SEBAGAI AZAB

Kegiatan tersebut diisi dengan tausiyah utama yang disampaikan oleh ulama kondang, Habib Novel Alaydrus. Dalam ceramahnya, Habib Novel menyoroti fenomena musibah alam yang terjadi di Indonesia, seperti aktivitas gunung berapi, kebakarani lahan di Kalimantan, hingga kebakaran TPA di Solo.

Ia mengingatkan umat Islam agar tidak terburu-buru menghakimi peristiwa bencana tersebut sebagai bentuk azab akibat banyaknya maksiat.

“Peristiwa ini terjadi, apapun kondisi manusianya jangan buru-buru katakan banyak orang maksiat. Indonesia itu jumlah umat Islamnya terbesar di dunia dan tiap hari ada pengajian, jadi yang terjadi di negara kita sekarang insyaallah bukan azab, tapi kita tetap harus introspeksi diri dan waspada,” papar Habib Novel.

Lebih lanjut, Habib Novel menceritakan kisah Gunung Uhud di Madinah yang mencintai dan dicintai oleh Nabi Muhammad SAW, serta kisah sahabat Nabi yang sempat khilaf namun tetap dibela oleh Rasulullah karena memiliki rasa cinta yang besar di hatinya kepada Allah dan Nabi.

Ia menegaskan bahwa kasih sayang dan cinta Rasulullah kepada umatnya tidak pernah berkurang meski terkadang manusia melakukan kekhilafan. Oleh karena itu, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan tradisi bershalawat diharapkan terus dipelihara sebagai sarana introspeksi diri serta mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat. (Selamet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *