Berita  

Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP, Pelanggar Terancam Dinonaktifkan

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU, DC – Perum Bulog Cabang Indramayu, Jawa Barat, melakukan monitoring terhadap 31 Rumah Pangan Kita (RPK) atau kios penyalur beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan penjualan beras subsidi pemerintah berjalan sesuai dengan ketentuan dan tidak disalah gunakan.

Pemimpin Cabang Bulog Indramayu, Apip Wijaya, mengatakan monitoring tersebut dilakukan selama dua hari terakhir. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin Bulog terhadap seluruh RPK setiap bulan.

Apip menegaskan, kios yang terbukti melanggar ketentuan penjualan beras SPHP akan dikenai sanksi berupa penonaktifan sebagai penyalur.

Di tengah pengawasan tersebut, permintaan beras SPHP justru mengalami peningkatan. Harganya yang relatif terjangkau dibandingkan beras lokal membuat produk ini banyak diminati masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu pedagang beras di Pasar Baru Indramayu, Hadi, mengatakan beras SPHP banyak dibeli pelaku UMKM untuk kebutuhan usaha makanan, seperti serabi, lontong, hingga nasi goreng.

Dalam satu minggu, Hadi bisa mendatangkan hingga empat ton beras SPHP melalui dua kali pengambilan. Beras tersebut dijual dengan harga Rp57.500 hingga Rp60.000 per sak, masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp62.500.

Hadi memastikan beras SPHP dijual sesuai kemasan aslinya dan tidak diperjualbelikan secara eceran.

Hal serupa disampaikan Daniati, pemilik kios beras di Desa Singaraja, Indramayu. Menurutnya, beras SPHP menjadi salah satu produk paling laris di kiosnya.

Dalam sepekan, Daniati dapat memesan sekitar dua ton beras SPHP dan seluruhnya habis terjual. Ia menjual beras tersebut dengan harga Rp60.000 per sak.

Untuk memastikan aturan penjualan dipatuhi, Daniati bahkan membuat surat perjanjian dengan pekerjanya agar tidak membuka kemasan beras SPHP untuk dijual secara eceran.

Selain harganya terjangkau, Daniati menyebut kualitas beras SPHP yang diterima juga dinilai baik oleh konsumen. Hal ini membuat permintaan terus berdatangan.

Bulog Indramayu berharap melalui monitoring rutin tersebut, penyaluran beras SPHP dapat berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, serta mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga beras bagi masyarakat.(Selamet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *