JAKARTA, DC – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperluas peluang bisnis di kawasan Asia Tenggara melalui penjajakan kerja sama dengan mitra energi dari lima negara, yakni Brunei Darussalam, Thailand, Malaysia, Timor-Leste, dan Vietnam.
Penjajakan tersebut dilakukan dalam rangkaian pertemuan bilateral ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di Bali.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kemitraan regional, memperluas pasar jasa pengeboran, serta mengoptimalkan kapabilitas dalam mendukung pengembangan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di kawasan ASEAN.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengatakan ASCOPE 2026 menjadi momentum strategis bagi perusahaan untuk memperluas jejaring kemitraan sekaligus mengidentifikasi peluang bisnis baru di tingkat regional.
“ASCOPE 2026 menjadi momentum strategis bagi Pertamina Drilling untuk memperluas jejaring kemitraan dan mengidentifikasi peluang bisnis di kawasan ASEAN. Kami melihat potensi kerja sama yang menjanjikan, tidak hanya dalam penyediaan jasa pengeboran, tetapi juga layanan terintegrasi dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia,” ujar Avep.
Melalui lima pertemuan bilateral tersebut, Pertamina Drilling memperkenalkan kapabilitas jasa pengeboran yang dimiliki perusahaan sekaligus membuka peluang pengembangan layanan terintegrasi sesuai kebutuhan industri migas di negara-negara ASEAN.
Perusahaan selanjutnya akan menindaklanjuti berbagai peluang yang teridentifikasi melalui koordinasi dengan calon mitra dan entitas Pertamina Group. Upaya ini diharapkan dapat mendorong penjajakan awal menjadi peluang bisnis yang konkret dan berkelanjutan.
Avep menambahkan, setiap peluang kerja sama akan ditindaklanjuti secara terukur dengan mempertimbangkan kesesuaian kapabilitas perusahaan, kebutuhan mitra, serta aspek komersial dan keberlanjutan bisnis.
Melalui penguatan kemitraan regional, Pertamina Drilling terus mendorong ekspansi bisnis di luar pasar domestik. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia jasa pengeboran dan layanan pendukung hulu migas yang kompetitif di tingkat regional.(*)
















