Berita  

Kolaborasi Strategis Lapas Indramayu–PLN, Ubah Limbah Jadi Peluang Pemberdayaan Warga Binaan

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU,DC – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus memperkuat program kemandirian warga binaan melalui kolaborasi lintas sektor. Kamis (29/1/2026), jajaran Lapas Indramayu melakukan kunjungan koordinasi ke PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Indramayu untuk menjajaki pemanfaatan material Fly Ash–Bottom Ash (FABA) sebagai bahan baku kegiatan kerja produktif.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, dan disambut manajemen PLN Nusantara Power UP Indramayu, yakni Senior Manager Fuad Arifin dan Manajer Business Support Agus Kurniawan.

Berthoni menjelaskan, kolaborasi ini merupakan bentuk implementasi dukungan terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan kerja yang berkelanjutan.

“Fokus utama kami adalah pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan kerja yang produktif dan bernilai manfaat. Melalui kerja sama dengan PLN Nusantara Power UP Indramayu, material FABA diharapkan menjadi sarana pelatihan sekaligus produksi bagi warga binaan,” ujar Berthoni.

FABA yang merupakan sisa pembakaran batu bara memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk konstruksi, seperti paving block, batako, dan material bangunan lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Lapas Indramayu juga meninjau langsung proses pengelolaan FABA di area PLN guna memastikan aspek teknis serta standar kualitas yang dibutuhkan.

Diskusi antara kedua pihak berlangsung hangat, membahas peluang kerja sama berkelanjutan mulai dari dukungan bahan baku, pendampingan teknis, hingga pengembangan hasil produksi warga binaan.

Selain mendorong kemandirian ekonomi, kolaborasi ini juga sejalan dengan UU RI Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan serta upaya revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan.

Melalui sinergi dengan mitra strategis seperti PLN Nusantara Power UP Indramayu, Lapas Indramayu berharap dapat menciptakan ekosistem pembinaan yang berdampak positif bagi warga binaan dan masyarakat luas setelah mereka kembali ke lingkungan sosial.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *