Berita  

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Indramayu Belajar Mencintai Al-Qur’an

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU,DC– Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Indramayu kini mendapat kesempatan memperdalam ilmu agama melalui pelatihan membaca Al-Qur’an. Program tersebut resmi dibuka pada Selasa (10/3/2026) melalui kerja sama dengan Cinta Quran Foundation.

Kegiatan yang berlangsung di aula lapas ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian sekaligus upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an di lingkungan warga binaan.

Pembukaan pelatihan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Indramayu, Fery Berthoni, didampingi jajaran pembinaan seperti Kasi Binadik dan Giatja, staf Bimkemas, tim pengajar dari Cinta Quran Foundation, serta perwakilan warga binaan yang menjadi peserta.

Dalam sambutannya, Fery Berthoni menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen lapas dalam memberikan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga pada pembinaan spiritual warga binaan.

Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi bekal penting bagi warga binaan untuk memperbaiki diri sekaligus memperkuat keimanan selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.

“Melalui pelatihan ini kami berharap warga binaan tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga semakin mencintai Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan,” ujar Fery.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan pihak eksternal seperti Cinta Quran Foundation menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas program pembinaan di dalam lapas.

“Sinergi ini sangat penting agar pembinaan yang kami berikan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan, terutama dalam membangun karakter dan spiritualitas warga binaan,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Cinta Quran Foundation menyambut baik kerja sama tersebut dan berkomitmen memberikan pendampingan serta metode pembelajaran yang efektif agar warga binaan dapat belajar membaca Al-Qur’an secara bertahap.

Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga menjadikannya sebagai sumber inspirasi untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *