Berita  

Sederhana dan Penuh Makna, Tradisi Nadran di Karangsong Wujud Rasa Syukur 

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU,DC – Tradisi Nadran kembali digelar oleh para nelayan di Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Meskipun dilaksanakan secara sederhana namun penuh makna, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus ajang mempererat kebersamaan antar nelayan.

Tradisi nadran merupakan warisan leluhur yang hingga kini masih terus dilestarikan. Di Karangsong, kegiatan ini dilaksanakan secara besar-besaran setiap dua tahun sekali. Sementara pada tahun berikutnya, nadran tetap digelar dalam bentuk yang lebih sederhana namun tetap sakral.

Dalam pelaksanaannya, nadran tidak hanya menjadi ritual budaya, tetapi juga bentuk ungkapan syukur atas hasil laut yang diperoleh para nelayan selama ini.

Salah satu prosesi yang dilakukan adalah melarung kepala kerbau ke laut. Prosesi tersebut memiliki makna simbolis sebagai bentuk komitmen untuk membuang sifat kebodohan, agar para nelayan dapat menjadi lebih bijak, berpikir jernih, serta terhindar dari hal-hal negatif.

Wakil Ketua Panitia Nadran KPL Mina Sumitra, Kajidin, mengatakan bahwa selain sebagai ungkapan syukur, nadran juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar nelayan.

“Mulai dari anak buah kapal, juragan hingga nahkoda, semua terlibat dalam kegiatan ini. Kebersamaan ini yang ingin terus dijaga,” ujarnya.

Dengan kebersamaan yang kuat, para nelayan diharapkan dapat tetap solid dalam menghadapi berbagai tantangan saat melaut.(Sela)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *