Berita  

“Ratu Tarling”, Kisah Bangkitnya Gadis Desa Hadir Di Kflix

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU, DC — Sebuah kisah menyentuh hati datang dari perjalanan hidup seorang gadis desa bernama Lailah Umami yang diperankan oleh Sela Hasan, Sabtu (26/9)2026).

Sosok yang lembut, lugu, dan memiliki suara merdu itu terpaksa kehilangan masa depannya setelah diperdaya seorang pria yang menjanjikan ketenaran.

Terpuruk dalam kepedihan, Lailah harus menutup identitas aslinya dan menjalani kehidupan malam dengan nama baru, Violet.

Namun, takdir membawanya bertemu dengan Rahmat, seorang guru agama yang tulus membantunya menemukan kembali harga diri, cinta, dan keberanian untuk bangkit mengejar impiannya menjadi penyanyi tarling.

Kisah ini bukan sekadar tentang kehancuran, melainkan tentang kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan, memaafkan masa lalu, dan kembali mengejar cita-cita yang sempat tertunda.

Lailah membuktikan bahwa siapa pun berhak memperoleh kesempatan kedua untuk meraih mimpi.

Kisah layar lebar berjudul “Ratu Tarling” yang diperankan oleh Sela Hasan ini kini dapat dinikmati melalui platform digital Kflix, yang dapat diunduh secara gratis di Google Play Store.

Pemeran utama film “Ratu Tarling”, Sela Hasan, mengaku sempat merasa gugup saat memerankan tokoh Lailah Umami, namun berkat latar belakangnya sebagai penyanyi, ia dapat membawakannya dengan luwes dan natural.

“Sempat deg-degan, takutnya tidak sesuai. Tapi Alhamdulillah semua berjalan lancar. Untuk adegan lainnya tidak ada kendala,” ujar Sela.

Saat ditanya kesiapan memerankan karakter penyanyi tarling, Sela menyebut peran tersebut justru sangat dekat dengan dirinya.

“Sebenarnya tidak jauh dari dunia aku. Apalagi di film itu aku diminta menyanyi langsung dengan suara asli. Jadi cukup natural, tidak ada kendala,” ungkapnya.

Film garapan sutradara Toto Hoedi bersama Kflix ini mengangkat kesenian Tarling yang begitu dekat dengan kehidupan masyarakat Indramayu.

Menariknya, sekitar 60 persen pemeran film merupakan warga asli Indramayu. Dialek dan bahasa lokal pun dipertahankan agar cerita terasa lebih natural.

Bukan cuma soal Tarling, film ini juga ingin menunjukkan bahwa bakat-bakat lokal Indramayu punya kemampuan untuk tampil di dunia perfilman.

Bupati Indramayu Lucky Hakim yang ikut hadir dalam nonton bareng tersebut juga mengaku ikut bernostalgia melihat suasana dan pemeran yang merupakan warga Indramayu.

Menurut Lucky, masih banyak budaya Indramayu yang menarik untuk diangkat menjadi film, seperti tari topeng hingga seni berokan.

Dari Tarling, dari warga lokal, untuk memperkenalkan cerita Indramayu ke lebih banyak orang. (Selamet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *