Berita  

Rig PDSI#31.3 Catat 39.144 Jam Kerja Selamat Tanpa Insiden di Sumur NEAC-001

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU, DC – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) terus memperkuat komitmen terhadap keselamatan kerja dan keandalan operasi pengeboran. Komitmen tersebut tercermin dari kinerja Rig PDSI#31.3 yang mencatatkan 39.144 jam kerja selamat tanpa insiden di Sumur Eksplorasi NEAC-001, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Komisaris Utama Pertamina Drilling, Gema Iriandus Pahalawan, saat melakukan Management Walkthrough (MWT) bersama Komisaris Derry Drajat dan VP Corporate Secretary Pertamina Drilling Himawan Djatmiko di Rig PDSI#31.3, Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Senin (26/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, jajaran manajemen meninjau langsung kegiatan pengeboran sekaligus memastikan penerapan aspek keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (HSSE) berjalan optimal.

Rig PDSI#31.3 mulai mengebor Sumur NEAC-001 pada 2 Oktober 2026. Hingga saat ini, pengeboran telah mencapai kedalaman 2.612 meter dari target 2.841 meter.

Selain mencatatkan 39.144 jam kerja selamat, operasi rig juga mempertahankan kinerja zero incident atau nihil insiden dan zero non-productive time (NPT), yakni tanpa kehilangan waktu operasi akibat kendala yang menghambat kegiatan pengeboran.

Sebanyak 150 personel atau person on board (POB) mendukung kegiatan operasi di lokasi. Jumlah tersebut menuntut disiplin tinggi, koordinasi solid, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.

Rig Superintendent PDSI#31.3, Aditya Eranto, mengatakan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pengeboran.

“Capaian 39.144 jam kerja selamat tanpa insiden ini merupakan hasil kedisiplinan, kepedulian, dan komitmen seluruh personel untuk menjalankan pekerjaan sesuai prosedur. Kami juga terus menjaga keandalan operasi agar target kedalaman sumur dapat tercapai dengan aman dan efisien,” ujar Aditya.

Ia menambahkan, pengawasan berkelanjutan, komunikasi ant personel, serta konsistensi dalam menjalankan prosedur keselamatan menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja operasi. Seluruh pekerja juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya meskipun pekerjaan berjalan sesuai rencana.

Melalui kegiatan MWT, Pertamina Drilling menegaskan pentingnya kehadiran manajemen di lapangan untuk memperkuat budaya keselamatan, mendengarkan masukan pekerja, dan memastikan standar operasional diterapkan secara konsisten.

Kinerja Rig PDSI#31.3 diharapkan terus dipertahankan hingga pengeboran Sumur NEAC-001 selesai. Pencapaian target operasi dengan nihil insiden dan tanpa waktu tidak produktif menjadi bagian dari upaya Pertamina Drilling menghadirkan layanan pengeboran yang selamat, andal, dan mendukung keberlanjutan kegiatan hulu minyak dan gas bumi Indonesia.(Selamet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *