INDRAMAYU,DC – Bupati Indramayu Lucky Hakim mengapresiasi keberadaan lumbung pangan gratis di Desa Malangsemirang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026)
Program tersebut dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Peluncuran lumbung pangan gratis oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim tersebut mendapatkan sambutan antusias dari warga karena memberikan akses sembako gratis bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah tersebut.
“Tidak hanya lumbung pangan gratis, Pemdes Malangsemirang juga punya usaha budidaya Jamur yang sudah berkembang, dan Insya Allah, saya akan memberikan bantuan modal untuk membeli alat untuk bisa produksi secara mandiri,” ucap Lucky.
Kepala Desa Malangsemirang, Rusmono Syafi’i, mengatakan program lumbung pangan sebenarnya telah direncanakan sejak lama, namun baru dapat direalisasikan saat ini karena menyesuaikan jadwal kegiatan bersama pemerintah daerah.
“Alhamdulillah hari ini baru terlaksana dan antusias masyarakat sangat luar biasa. Mudah-mudahan ke depan kita terus bersinergi dengan pendopo, kecamatan dan desa untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program lumbung pangan tersebut bersumber dari dana ketahanan pangan tahun 2025 sebesar 30 persen atau sekitar Rp182 juta. Anggaran tersebut dibagi dalam dua tahap untuk pengembangan usaha budidaya jamur serta penyediaan sembako gratis bagi masyarakat.
Sebagian keuntungan usaha jamur akan diputar kembali menjadi modal usaha, sedangkan sebagian lainnya dimasukkan ke lumbung pangan dalam bentuk sembako.
“Semua sembako di lumbung pangan ini gratis dan bisa diambil kapan saja oleh warga Desa Malangsemirang yang membutuhkan,” katanya.
Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data delapan asnaf atau kategori masyarakat yang berhak menerima bantuan, seperti lansia, jompo, dan janda tua. Pemerintah desa mengaku telah memiliki database warga sehingga penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Sementara bagi warga yang tidak masuk kategori penerima bantuan, pemerintah desa menyiapkan pemberdayaan ekonomi melalui budidaya jamur.
“Kalau tidak memenuhi syarat bantuan, kita kasih pekerjaan supaya bisa punya penghasilan dan membeli kebutuhan sendiri,” tambahnya.
Ke depan, Desa Malangsemirang menargetkan mampu memproduksi media tanam jamur atau baglog secara mandiri. Bahkan desa tersebut ingin menjadi sentra budidaya jamur dari hulu hingga hilir.
Menurutnya, usaha jamur memiliki prospek ekonomi cukup menjanjikan. Selain dijual segar dengan harga sekitar Rp15 ribu per kilogram, jamur juga bisa diolah menjadi jamur crispy dengan nilai jual lebih tinggi mencapai Rp75 ribu per kilogram.(Sela)
















