Berita  

Warga Pertanyakan Program Kandang Ayam Rp287 Juta di Desa Wanakaya, Pemdes Minta Penjelasan BUMDes

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU,DC– Masyarakat Desa Wanakaya, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, mempertanyakan keberadaan program kandang ayam petelur yang didanai Dana Desa sebesar Rp287 juta.

Pasalnya, sejak kandang dibangun awal tahun 2026 hingga kini belum terlihat aktivitas pengadaan ayam maupun operasional program ketahanan pangan tersebut.

Kandang ayam yang berada di Blok Karanganyar itu disebut sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. Namun hingga saat ini, bangunan kandang hanya berdiri tanpa diisi bibit ayam petelur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, anggaran program tersebut mencakup pembangunan kandang, pengadaan ayam petelur, sewa lahan, pompa air, sistem kelistrikan, hingga pakan ternak.

Meski demikian, yang baru terealisasi baru sebatas pembangunan kandang beserta instalasi listrik pendukungnya. Warga pun mulai mempertanyakan keberadaan ayam petelur yang seharusnya sudah tersedia karena program tersebut bersumber dari Dana Desa dan harus dipertanggungjawabkan penggunaannya.

Kadari, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kandang, mengaku mengetahui proses pembangunan kandang tersebut. Namun hingga kini belum pernah ada sosialisasi terkait tujuan maupun pengelolaannya.

“Saya tahunya hanya ada pembangunan kandang ayam, tapi sampai sekarang belum ada penjelasan untuk apa dan bagaimana programnya,” ujar Kadari.

Hal senada disampaikan Tarini, warga Desa Wanakaya lainnya. Ia mengaku heran karena kandang sudah selesai dibangun tetapi ayam petelur belum juga datang.

Camat Haurgeulis, Rory Firmasyah, mengaku telah meninjau langsung lokasi kandang ayam tersebut. Pihak kecamatan saat ini masih melakukan penelusuran terkait belum berjalannya program budidaya ayam petelur itu.

“Apakah anggaran itu hanya untuk pembangunan kandang atau sudah termasuk pengadaan ayam dan pakannya, nanti akan kami tanyakan kepada pihak BUMDes,” kata Rory.

Sementara itu, Kuwu Desa Wanakaya, Ahmad Farhan, mengaku banyak menerima pertanyaan dari masyarakat terkait program tersebut.

Ia meminta mantan kepala desa bersama pihak BUMDes segera memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai kondisi kandang ayam yang hingga kini belum beroperasi.

“Banyak warga bertanya ke saya, mana ayamnya. Sementara desa lain sudah menghasilkan telur. Kami minta kepala desa sebelumnya dan BUMDes segera membuat laporan karena ini menggunakan Dana Desa dan harus ada pertanggungjawabannya,” tegas Farhan.

Menanggapi hal itu, mantan Kuwu Desa Wanakaya, Sunadi, membantah jika program tersebut disebut mangkrak.

Menurutnya, pihak desa saat ini masih menunggu pengiriman ayam petelur dari wilayah Cirebon karena tingginya permintaan menyebabkan antrean pengadaan.

“Bukan mangkrak. Kita masih menunggu pesanan ayam petelur dari Cirebon. Paling lambat bulan Juli ayam akan dikirim,” jelas Sunadi.

Ia juga merinci bahwa anggaran sekitar Rp287 juta digunakan untuk sewa lahan, pembangunan kandang, pengadaan ayam petelur, pompa air, sistem kelistrikan, hingga pengadaan pakan.

“Nanti kalau semuanya sudah lengkap akan ada berita acara serah terima, baik dari BUMDes maupun dari saya,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *