Berita  

Menanam Harapan di SAE Arumanis, Warga Binaan Lapas Indramayu Dibina Jadi Pribadi Produktif

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU,DC – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu terus menunjukkan semangat menjalani pembinaan kemandirian melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Di lahan pertanian SAE Arumanis Lapas Indramayu, para warga binaan tampak aktif mengolah tanah, membuat saluran irigasi, hingga menyiapkan penanaman berbagai komoditas sayuran.

Salah satu warga binaan, Erman, mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti program asimilasi di bidang pertanian. Saat ditemui tengah mencangkul lahan untuk persiapan penanaman kangkung, ia mengatakan berbagai kegiatan positif yang ada di Lapas Indramayu membuat warga binaan tetap produktif selama menjalani masa pidana.

“Di sini kegiatannya banyak, tidak hanya di dalam kamar hunian. Ada juga program asimilasi seperti ini, jadi kami bisa berkegiatan di luar dan belajar hal-hal yang bermanfaat,” ujar Erman, Jumat (22/05/2026).

Erman mengungkapkan dirinya memang memiliki latar belakang di bidang pertanian sebelum menjalani masa pidana. Karena itu, ia merasa pembinaan di SAE sangat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

“Memang basic saya di pertanian. Jadi di sini saya bisa menerapkan pengalaman yang saya punya sekaligus berbagi ilmu pertanian juga,” katanya.

Menurut Erman, selama hampir tiga tahun menjalani masa pidana dari total vonis lima tahun, ia telah mengikuti berbagai program pembinaan keterampilan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu, mulai dari budidaya maggot, hidroponik, hingga pelatihan pengelasan.

“Banyak kegiatan positif yang bisa diikuti selama di lapas,” ucapnya.

Ia juga mengaku merasa nyaman selama menjalani pembinaan di Lapas Indramayu karena hubungan antara warga binaan dan petugas terjalin dengan baik.

“Petugasnya baik, suasananya juga nyaman. Selama hampir tiga tahun di sini, kami jadi akrab dengan petugas,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Pengelola Bimbingan Kemandirian Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu, Suwandi, menjelaskan program SAE saat ini diikuti lima warga binaan, meski satu orang tidak dapat mengikuti kegiatan karena sedang sakit.

Menurutnya, warga binaan yang mengikuti program SAE dipilih berdasarkan kemampuan dan latar belakang yang dimiliki, khususnya di bidang pertanian. Selain itu, mereka juga harus telah menjalani setengah masa pidana dan melalui proses sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

“Yang utama tentu kesesuaian bidang atau basic kemampuan mereka. Selain itu, warga binaan juga harus sudah menjalani setengah masa hukuman dan melalui sidang TPP agar program ini berjalan aman dan sesuai prosedur,” jelas Suwandi.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap warga binaan yang mengikuti kegiatan di luar lingkungan lapas dilakukan secara ketat dengan melibatkan petugas dari bidang keamanan dan pembinaan.

“Pengawasan dilakukan bersama petugas dari Kamtib, KPLP, dan pembinaan, sehingga kegiatan tetap berjalan aman dan tertib,” katanya.

Dalam program SAE tersebut, para warga binaan menjalankan berbagai aktivitas pertanian mulai dari penggemburan tanah hingga budidaya tanaman hortikultura seperti kangkung, caisim, tomat, cabai, terong, pepaya, hingga labu.

“Untuk saat ini kami sedang melakukan penggemburan tanah sebagai persiapan penanaman kangkung dan caisim. Sebelumnya juga sudah ada pepaya, tomat, labu, cabai, dan beberapa tanaman lainnya,” ujar Suwandi.

Program pembinaan kemandirian melalui SAE ini menjadi salah satu bentuk komitmen Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu dalam membekali warga binaan dengan keterampilan dan pengalaman kerja yang bermanfaat sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.

Selain memberikan aktivitas positif, program tersebut juga diharapkan mampu membangun rasa tanggung jawab, disiplin, dan kepercayaan diri warga binaan selama menjalani masa pembinaan.(Sela)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *