INDRAMAYU,DC – PT Pertamina Drilling Services Indonesia terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Indonesia Drilling Training Center yang berlokasi di Kaplongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu (26/2026)
Pusat pelatihan ini menjadi tempat pembinaan pekerja baru hingga level supervisor untuk mendukung keselamatan dan kualitas operasional pemboran migas.
Di IDTC, peserta mendapatkan pelatihan teknis pemboran, peningkatan kompetensi, hingga sertifikasi profesi melalui kerja sama dengan sejumlah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Selain pekerja internal, IDTC juga memiliki program sekolah pemboran bagi lulusan baru dengan durasi pendidikan enam bulan hingga satu tahun.
Manager IDTC, Chair Rony, menjelaskan pelatihan dilakukan untuk menyesuaikan kemampuan pekerja dengan perkembangan teknologi industri pemboran yang terus meningkat.
“Kalau pekerjanya masih berada di standar lama sementara teknologinya sudah meningkat, maka akan timbul gap yang bisa membuat kinerja perusahaan kurang baik,” ujarnya.
Materi pelatihan yang diberikan mencakup well control atau pengendalian sumur, termasuk simulasi penanganan kondisi darurat seperti kick gas dan blowout. Peserta tidak hanya mendapatkan teori di kelas, tetapi juga praktik langsung menggunakan simulator pemboran.
“IDTC sendiri dibangun sejak tahun 2007 di tengah area persawahan Kaplongan, Indramayu. Lokasi tersebut dipilih agar para calon pekerja dan pemimpin di lingkungan PDSI dapat merasakan langsung suasana kerja lapangan industri migas,” ungkapnya.
Setiap tahun, IDTC melatih sekitar 2.000 hingga 3.000 peserta, baik pekerja internal maupun peserta sekolah pemboran. Peserta terbaik nantinya berpeluang direkrut untuk bekerja di PDSI.
Salah satu peserta pelatihan, Taip Gegetu (23), mahasiswa Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong jurusan Teknik Kimia, mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti kegiatan di IDTC.
Mahasiswa semester delapan tersebut mengaku tertarik bekerja di industri migas sejak hadirnya perusahaan BP di daerah asalnya.
“Di sini saya belajar proses drilling, cara kerja alat, sampai proses lumpur di pemboran. Tidak cuma teori, tapi langsung praktik di lapangan,” katanya.
Ia berharap ke depan dapat berkarier di industri migas dan berkontribusi membangun daerah asalnya.(Sela)
















