Berita  

SMAN 1 Losarang Bentuk Karakter Siswa Lewat Program Pancawaluya

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU,DC – Pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Semangat tersebut terus diwujudkan SMAN 1 Losarang melalui implementasi program Pancawaluya, sebuah program penguatan karakter yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Program Pancawaluya dirancang untuk mencetak generasi muda yang memiliki karakter cager (sehat), bageur (baik), pinter (cerdas), dan singer (mawas diri). Berbagai pembiasaan positif pun diterapkan di lingkungan sekolah untuk menanamkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Kepala SMAN 1 Losarang, Ade Sumantri, mengatakan salah satu kegiatan yang secara konsisten dilakukan adalah penyambutan siswa setiap pagi di gerbang sekolah. Para guru berdiri menyambut kedatangan siswa dan membiasakan mereka untuk bersalaman sebelum memasuki lingkungan sekolah.

“Ketika anak-anak masuk ke lingkungan sekolah, itu dibiasakan untuk bersalaman dengan Bapak dan Ibu guru. Bapak dan Ibu guru menyambut di depan gerbang,” ujar Ade Sumantri, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut bertujuan menanamkan sikap santun dan rasa hormat kepada orang tua, guru, maupun sesama teman.

“Salah satunya adalah santun. Anak itu santun, hormat dengan orang tua, guru, dan sesama,” tambahnya.

Budaya bersalaman ini telah diterapkan sejak tahun 2022, sejak Ade Sumantri mulai memimpin sekolah tersebut. Meski saat ini baru diterapkan secara optimal saat jam kedatangan pagi, pihak sekolah menilai kebiasaan tersebut telah memberikan dampak positif terhadap perilaku siswa.

Selain membangun kesantunan, nilai cager dalam Pancawaluya juga diwujudkan melalui pembiasaan hidup sehat dan disiplin. Dengan jadwal masuk sekolah pukul 06.30 WIB, siswa didorong untuk bangun lebih pagi dan mengatur waktu dengan lebih baik.

SMAN 1 Losarang juga menerapkan aturan pembatasan kendaraan di area sekolah. Siswa diwajibkan memarkir kendaraan pada jarak tertentu sehingga mereka terbiasa berjalan kaki sebelum memasuki lingkungan sekolah.

“Kendaraan itu harus minimal 500 meter dari sekolah. Jadi anak itu jalan, sudah dibiasakan untuk jalan kaki,” jelas Ade.

Ke depan, pihak sekolah berencana menggelar lomba Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3) antar-kelas secara berkelanjutan. Program tersebut nantinya akan menjadi bagian dari penilaian keseharian siswa sebagai upaya memperkuat budaya positif di lingkungan sekolah.

Melalui berbagai pembiasaan tersebut, SMAN 1 Losarang berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, santun, dan peduli terhadap lingkungan.(Sela)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *