INDRAMAYU,DC – Lapas Kelas IIB Indramayu terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan budidaya jamur tiram. Program yang dilaksanakan pada Senin (6/7/2026) ini diharapkan menjadi bekal keterampilan produktif sekaligus membuka peluang usaha setelah warga binaan bebas menjalani masa pidana.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mendapatkan pelatihan mulai dari pengenalan media tanam, teknik perawatan, hingga proses pemanenan jamur tiram. Mereka juga mempraktikkan langsung tahapan budidaya agar memiliki kemampuan yang dapat diterapkan secara mandiri.
Salah satu media tanam yang digunakan adalah baglog, yakni media yang terbuat dari campuran serbuk gergaji, bekatul, dan kapur. Baglog kemudian disusun di dalam kumbung sesuai standar budidaya untuk mendukung pertumbuhan jamur secara optimal.
Selain itu, peserta pelatihan juga dibekali pengetahuan mengenai pengaturan suhu dan kelembapan kumbung, penyiraman, sanitasi lingkungan, pencegahan hama dan penyakit, hingga teknik pemanenan yang benar.
Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni. Menurutnya, pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan karena memberikan bekal nyata bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan budidaya jamur tiram ini, kami berharap warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga memperoleh keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Fery.
Ia menjelaskan, budidaya jamur tiram dipilih karena relatif mudah dipelajari, memiliki prospek usaha yang menjanjikan, serta dapat dijalankan dengan modal yang terjangkau.
“Kami ingin setiap warga binaan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri. Harapannya, setelah bebas nanti mereka memiliki peluang membuka usaha sendiri, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup sekaligus mengurangi risiko mengulangi tindak pidana,” katanya.
Fery menegaskan, pihaknya akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kemandirian warga binaan.
Menurutnya, pembinaan di lapas tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian, tetapi juga keterampilan yang memiliki nilai ekonomi sehingga warga binaan siap kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif.(Sela)
















