INDRAMAYU,DC – Bangunan salah satu ruang kelas di UPTD SDN 2 Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, ambruk pada Kamis (23/7/2026) sore setelah puluhan tahun tidak pernah mendapat perbaikan. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena aktivitas belajar mengajar telah dipindahkan sebelum bangunan roboh.
Ambruknya bangunan tersebut juga berdampak pada dua ruang kelas di sekitarnya yang terpaksa dikosongkan demi menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, meninjau langsung lokasi kejadian didampingi Kepala Dinas Pendidikan, pihak sekolah, unsur TNI, dan pemerintah desa. Ia menilai kondisi bangunan sekolah sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan para siswa.
Menurut Lucky, ruang kelas tersebut bahkan masih digunakan hingga bulan lalu meski mengalami kerusakan berat. Ia mengapresiasi langkah pihak sekolah yang lebih dahulu memindahkan kegiatan belajar sehingga tidak menimbulkan korban saat bangunan akhirnya roboh.
Lucky mengakui Pemerintah Kabupaten Indramayu belum mampu melakukan revitalisasi secara mandiri karena keterbatasan anggaran.
“Oleh sebab itu, saya berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat segera memberikan bantuan pembangunan kembali sekolah tersebut,” pintanya.
Sementara itu, Guru UPTD SDN 2 Tugu, Arif Budiman, mengatakan bangunan yang roboh berdiri sejak sekitar tahun 1976 dan belum pernah memperoleh perbaikan. Kondisi bangunan yang semakin rapuh akhirnya menyebabkan atap dan struktur ruang kelas ambruk pada Kamis sekitar pukul 17.00 WIB.
“Pihak sekolah berharap pembangunan segera direalisasikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman, nyaman, dan tanpa mengkhawatirkan keselamatan siswa maupun guru,”ujarnya.(Sela)
















