Berita  

SMPN 4 SINDANG INDRAMAYU SUKSES RAIH PENGHARGAAN GLOBAL JAPAN ESD AWARD BERKAT INOVASI LINGKUNGAN

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU, DC – SMPN 4 Sindang, Kabupaten Indramayu, mencatatkan prestasi membanggakan di kancah internasional, Rabu (2/9/2026).

Berkat komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai inovasi, sekolah ini sukses meraih penghargaan global bergengsi dalam ajang Japan ESD Award yang diselenggarakan oleh SEAMEO bekerja sama dengan Pemerintah Jepang.

Sekolah ini tampil menonjol sebagai salah satu wakil Indonesia terbaik di antara ratusan sekolah dari negara-negara Asia Tenggara.

Prestasi ini bukan keberuntungan semata, melainkan buah dari konsistensi warga sekolah dalam menjalankan Program Inovasi Sekolah Berbudaya Lingkungan.

Setiap hari, siswa dan guru bergerak nyata, mulai dari mengumpulkan sisa makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk diolah menjadi pupuk cair, hingga mengelola bank sampah dan menanam mangrove langsung di Pantai Karangsong.

Kepala SMPN 4 Sindang, Ana Rohdiana, M.Pd., menegaskan bahwa edukasi lingkungan paling efektif adalah melalui pengalaman langsung, bukan sekadar teori di buku.

“Kami tidak ingin anak-anak hanya membaca teori tentang pemanasan global di buku teks. Melalui rangkaian inovasi ini, kami membangun ekosistem di mana setiap siswa terlibat langsung menjadi solusi. Mulai dari mengelola limbah makan siang mereka sendiri hingga memanfaatkan teknologi digital untuk menabung sampah. Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap kelestarian alam,” ujarnya.

8 PILAR INOVASI HIJAU SMPN 4 SINDANG

Sekolah ini telah mengukuhkan 8 inovasi unggulan yang menjadi pilar utama program Sekolah Berbudaya Lingkungan:

1. The Adventure in Mangrove Forest

Inovasi andalan yang memikat dunia internasional. Siswa diajak langsung ke Pantai Karangsong untuk menanam dan merawat hutan mangrove, memahami perannya mencegah abrasi serta mitigasi bencana iklim.

2. Pengolahan Limbah Makanan Sisa MBG Menjadi Pupuk Cair

Sisa makanan program Makan Bergizi Gratis dikumpulkan dan diolah menjadi pupuk organik cair untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekolah.

3. Lomba Kebersihan Kelas Setiap Tahun

Kompetisi antar-kelas yang memicu kreativitas dan menciptakan ruang belajar sehat berstandar ramah lingkungan.

4. Bank Sampah Plastik

Sampah plastik dikumpulkan, dipilah, dan bernilai ekonomis. Mengajarkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sekaligus literasi keuangan sejak dini.

5. Fashion Show Bahan Daur Ulang

Kreativitas siswa menyulap limbah plastik, koran, dan kardus menjadi busana bernilai seni tinggi — bukti sampah pun bisa bergaya.

6. Pemilihan Duta Lingkungan

Perwakilan siswa yang berperan sebagai penggerak dan pengingat budaya bersih serta peduli lingkungan di sekolah.

7. Tumbler Day — Gerakan Membawa Tumbler Setiap Hari Jumat

Seluruh warga sekolah wajib membawa botol minum sendiri, berhasil menekan drastis penggunaan plastik sekali pakai.

8. Bank Sampah Digital (Segera Diluncurkan)

Inovasi terbaru yang mengawinkan teknologi dan lingkungan — pencatatan, penimbangan, hingga saldo tabungan sampah berjalan secara digital dan transparan.

Dengan delapan pilar tersebut, SMPN 4 Sindang kini bukan sekadar sekolah, melainkan model percontohan sekolah berbudaya lingkungan yang menginspirasi sekolah lain dan masyarakat sekitar.

Prestasi Japan ESD Award menjadi bukti bahwa langkah kecil yang konsisten, seperti mengolah sisa makanan dan menolak sampah plastik bisa membawa perubahan besar dan diakui dunia.(Selamet )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *