INDRAMAYU, DC – Program penyerapan gabah oleh Perum Bulog mendapat respons positif dari kalangan petani khususnya di kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026).
Selain memberikan kepastian harga sebesar Rp6.500 per kilogram, petani juga merasakan kemudahan karena gabah langsung diangkut dari lokasi panen dan pembayaran dilakukan secara tunai.
Kebijakan penyerapan gabah dengan HPP Rp6.500 per kilogram memang menjadi bagian dari program pemerintah untuk melindungi petani dan menjaga stabilitas harga.
Salah seorang petani, Kasunah (58) mengaku memilih menjual hasil panennya ke Bulog karena prosesnya lebih praktis dibanding harus membawa gabah pulang atau mencari pembeli lain.
“Kalau jual ke Bulog, gabah langsung diangkut dari sawah. Kami sebagai petani jadi tidak repot,” ucap Kasunah
Ia menjelaskan, usai panen gabah langsung dijual di lahan tanpa perlu disimpan di rumah. Selain itu, pembayaran juga diterima secara tunai sehingga petani dapat langsung membawa hasil penjualannya.
“Habis panen langsung dijual, dibayarnya juga tunai. Jadi pulang langsung bawa uang,” katanya.
Pada musim panen kali ini, Kusunah, mengaku memperoleh sekitar satu ton gabah basah dari lahan sawah seluas kurang lebih 400 bata atau sekitar 1.400 meter persegi. Seluruh hasil panennya dijual ke Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram.
Menurutnya, harga tersebut masih memberikan keuntungan sehingga petani tidak merasa dirugikan.
“Saya masih dapat untung. Tidak perlu repot-repot dan hasil panen langsung terserap,” ucapnya.
Ia berharap program penyerapan gabah oleh Bulog terus berlanjut karena dinilai sangat membantu meningkatkan kesejahteraan petani, terutama dalam memberikan kepastian harga dan kemudahan pemasaran hasil panen.
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Indramayu, Apip Wijaya, mengaku pencapaian Bulog kali ini paling besar dalan sejarah penyerapan padi.
“Alhamdulillah, ini merupakan pencapaian yang luar biasa bagi Bulog dan ini merupakan sejarah keberhasilan Bulog,” ujarnya. (Selamet )
















