Berita  

Hari Mangrove Sedunia, 11 Ribu Bibit Mangrove Ditanam untuk Cegah Abrasi di Pesisir Indramayu

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU, DC – Peringatan Hari Mangrove Sedunia dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat upaya pelestarian kawasan pesisir di Kabupaten Indramayu.

Salah satunya melalui aksi penanaman mangrove di kawasan Pantai Karangsong yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Asosiasi Lembaga Peduli Lingkungan (ALPL) bersama Perhutani,komunitas lingkungan,Tagana,Mahasiswa KKN IPB, TNI, Polri, Paguyuban Pantai Kasih, serta ratusan pelajar menanam ribuan bibit mangrove sebagai langkah nyata mencegah abrasi yang terus mengancam garis pantai.

Ketua ALPL, Eka Tarika, mengatakan sepanjang tahun 2026 pihaknya telah menanam sekitar 11.000 bibit mangrove di sejumlah kawasan pesisir Indramayu, termasuk di Pantai Karangsong.

“Penanaman mangrove dilakukan sebagai langkah nyata mengurangi dampak abrasi yang selama ini menggerus garis pantai dan menyebabkan kerugian bagi masyarakat pesisir, terutama pemilik tambak,” katanya.

Menurutnya, selain berfungsi menahan abrasi, hutan mangrove juga memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir, menjadi habitat berbagai biota laut, serta membantu menyerap emisi karbon.

Kegiatan tersebut juga melibatkan ratusan pelajar sebagai bagian dari edukasi lingkungan. Para siswa diajak mengenal manfaat mangrove sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian alam sejak dini. Bahkan, materi mengenai mangrove mulai diperkenalkan melalui muatan lokal di tingkat sekolah dasar.

Kepala SMP Negeri 4 Sindang, Ana Rohdiana, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai keterlibatan siswa dalam aksi penanaman mangrove menjadi pengalaman berharga untuk menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan.

“Para siswa terlihat antusias mengikuti penanaman dan diharapkan menjadi generasi yang memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian kawasan pesisir,” ujarnya.

Melalui penanaman mangrove secara berkelanjutan, seluruh pihak berharap kawasan pesisir Indramayu semakin terlindungi dari ancaman abrasi sekaligus mampu membangun budaya peduli lingkungan di kalangan generasi muda. (Selamet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *