INDRAMAYU,DC – Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Korpolairud Baharkam Polri memperkuat sinergi dengan masyarakat pesisir Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah perairan.
Melalui Subdit Intelair dan Kapal Polisi Pelatuk 3013, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri menggelar kegiatan sambang dan dialog bersama Ketua Gerakan Nelayan Pantura (GNP) Kajidin serta sejumlah perwakilan nelayan Indramayu.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi nelayan, memantau perkembangan situasi di wilayah pesisir, sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu aktivitas perikanan dan keselamatan pelayaran.
Dalam dialog tersebut, Kajidin menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Ditpolair yang secara langsung berdialog dengan masyarakat nelayan.
Ia menyebut, salah satu persoalan yang paling mendesak saat ini adalah pendangkalan Muara Karangsong yang semakin parah, terutama saat musim timur.
Kondisi tersebut membuat alur pelayaran menjadi dangkal sehingga kapal nelayan kesulitan keluar-masuk pelabuhan dan berisiko kandas.
“Pendangkalan ini juga berdampak terhadap aktivitas penangkapan ikan, meningkatnya biaya operasional, serta menurunnya produktivitas dan pendapatan nelayan,” ujar Kajidin.
Para nelayan berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera melakukan langkah konkret melalui normalisasi Muara Karangsong serta perbaikan breakwater atau pemecah gelombang.
Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi sedimentasi, memperlancar akses pelayaran, meningkatkan keselamatan kapal nelayan, sekaligus mendukung aktivitas perekonomian masyarakat pesisir.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kanit II Opsnal Subdit Intelair Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Kompol Hadi Suryadinata, S.ST., M.M., mengatakan pihaknya akan terus hadir sebagai mitra masyarakat pesisir.
“Kami memahami bahwa pendangkalan Muara Karangsong merupakan persoalan yang berdampak langsung terhadap keselamatan pelayaran, produktivitas nelayan, dan perekonomian masyarakat pesisir,” kata Hadi.
Menurutnya, aspirasi para nelayan akan dihimpun sebagai bahan informasi dan masukan kepada pimpinan, kementerian, maupun pemerintah daerah sesuai kewenangannya.
“Kami berharap normalisasi muara dan perbaikan breakwater dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas perikanan kembali lancar, keselamatan pelayaran semakin terjamin, dan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terus meningkat,” ujarnya.
Selain persoalan infrastruktur perairan, Hadi mengajak para nelayan bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.
Nelayan juga diminta segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun aktivitas yang melanggar hukum di wilayah perairan.
Sementara itu, Komandan Kapal Polisi Pelatuk 3013, Ipda Capt Najib Mahadi, S.S.T.Pel., M.M., M.Mar., mengingatkan nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran.
Nelayan diminta memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut, memastikan alat keselamatan dan alat pemadam api ringan (APAR) tersedia serta berfungsi dengan baik, dan melengkapi kapal dengan Radio VHF untuk mendukung komunikasi di laut.
Pemeriksaan rutin terhadap instalasi kelistrikan dan mesin kapal juga dinilai penting untuk mengantisipasi kebakaran maupun kecelakaan di laut.
Melalui kegiatan sambang tersebut, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri menegaskan komitmennya memperkuat komunikasi dengan masyarakat pesisir dan membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menjaga keamanan perairan serta mendukung aktivitas nelayan tetap berjalan aman dan lancar.(*)
















