INDRAMAYU,DC– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur’an menggunakan Metode Tasbih, sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Yayasan Mutiara Tasbih Al-Qur’an (MATA) Cirebon, Minggu (15/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Indramayu ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan MATA, Drs. KH. M. Mashum Hidayatullah, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Manah Syekh Djatira, Cirebon.
Turut hadir sebagai pengajar utama, Prof. HC. Dr. Rahman Muhammad Agus Tasbih. Sebanyak 50 perwakilan warga binaan mengikuti pelatihan tersebut dengan penuh antusias.
Metode Tasbih dipilih karena dikenal memudahkan pemula dalam belajar membaca Al-Qur’an secara cepat dan aplikatif. Metode ini dinilai efektif diterapkan kepada warga binaan dengan latar belakang pengetahuan agama yang beragam.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari pemenuhan hak spiritual warga binaan agar memiliki bekal religius yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat.
“Kami memandang kegiatan ini sebagai kesempatan emas. Masa pidana tidak seharusnya menjadi waktu yang terbuang sia-sia, melainkan momen untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” ujar Berthoni.
Ia menambahkan, kerja sama dengan pihak eksternal seperti Yayasan MATA sangat penting untuk menghadirkan tenaga ahli yang kompeten. Kehadiran Prof. Rahman Muhammad Agus Tasbih dinilai memberi nilai tambah dalam proses pembinaan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Yayasan MATA. Saya berharap metode yang mudah dan cepat ini benar-benar diserap dengan baik, sehingga tidak ada lagi warga binaan yang buta aksara Al-Qur’an,” tambahnya.
Acara inti diisi dengan pemaparan materi secara mendalam oleh Prof. Rahman Muhammad Agus Tasbih. Dalam sesinya, ia membimbing warga binaan secara langsung menggunakan teknik cepat Metode Tasbih agar Al-Qur’an lebih mudah dipahami dan dipraktikkan.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerja sama resmi antara Lapas Kelas IIB Indramayu dan Yayasan MATA yang diwakili oleh Drs. KH. M. Mashum Hidayatullah.
Melalui kesepakatan tersebut, program pembelajaran akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan terstruktur.
Dengan sinergi ini, diharapkan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an serta penguatan iman dapat menjadi titik balik positif dalam perjalanan hidup warga binaan di Lapas Kelas IIB Indramayu.(*)
















