Berita  

OJK CIREBON DORONG CALON PMI INDRAMAYU CERDAS KEUANGAN, WASPADAI INVESTASI ILEGAL

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU,DC – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan PMI dalam mengelola penghasilan, mengakses layanan keuangan yang aman, serta menghindari berbagai risiko keuangan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Dorong PMI Indramayu Sejahtera: Sinergi Akses Keuangan dan Kemitraan” yang digelar di Swiss-Belinn Hotel, Kabupaten Indramayu, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri Pj Sekretaris Daerah Indramayu Aan Hendrajana yang mewakili Bupati Indramayu, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, serta Anggota DPR RI Komisi XI Kardaya Warnika. Turut hadir CEO Regional 3 Bank BJB Asep Wahyu Ismail, Kepala Disnaker Indramayu Endang Ismiati, pimpinan PT BWI Samsul Bahri Siregar, dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Indramayu Suprihatini Sri Rajasa.

Acara tersebut juga diikuti perwakilan Lembaga Pelatihan Kerja, calon PMI, purna PMI, serta sejumlah instansi terkait. Kolaborasi lintas sektor ini diarahkan untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan PMI, khususnya dalam aspek pengelolaan keuangan.

Pj Sekda Indramayu Aan Hendrajana mengapresiasi inisiatif OJK Cirebon dalam mendorong kesejahteraan PMI. Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penawaran investasi ilegal.

Masyarakat diminta memeriksa legalitas produk dan lembaga jasa keuangan melalui saluran resmi OJK serta menggunakan layanan keuangan dari lembaga yang telah berizin dan diawasi OJK.

Sementara itu, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menegaskan bahwa PMI memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian keluarga, daerah, hingga nasional. Karena itu, kesiapan PMI tidak cukup hanya dari sisi keterampilan kerja, tetapi juga harus didukung pemahaman dan akses terhadap layanan keuangan.

“PMI merupakan pahlawan devisa yang memiliki kontribusi besar sebagai penggerak ekonomi bagi perekonomian keluarga, daerah, dan nasional. Oleh karena itu, OJK Cirebon mendorong agar para PMI tidak hanya siap secara keterampilan kerja, tetapi juga memiliki literasi dan akses keuangan yang memadai agar mampu mengelola penghasilan secara bijak, aman, berkelanjutan, serta terhindar dari berbagai risiko keuangan,” ujar Agus.

Anggota DPR RI Komisi XI Kardaya Warnika juga mendorong OJK dan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk memfasilitasi kebutuhan para PMI agar dapat bekerja dengan aman dan mencapai kesejahteraan.

Dukungan turut disampaikan CEO Regional 3 Bank BJB Asep Wahyu Ismail melalui kemudahan akses layanan perbankan bagi masyarakat, termasuk para pekerja migran.

OJK Cirebon bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Indramayu dan lembaga jasa keuangan terkait berkomitmen melanjutkan program inklusi keuangan secara berkelanjutan.

Melalui program ini, para calon PMI diharapkan semakin memahami pengelolaan penghasilan, mampu memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara bijak, serta terhindar dari penipuan dan praktik investasi ilegal. Dengan demikian, PMI diharapkan dapat menjadi lebih mandiri secara finansial dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *