Berita  

Pertamina Tanam 11 Ribu Mangrove di Pantai Eretan, Perkuat Ketahanan Pesisir Indramayu

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU, DC – Memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan bersama unit bisnis Pertamina lainnya melakukan penanaman 11.000 bibit mangrove jenis Rhizophora dan aksi bersih pantai di kawasan Pantai Eretan Blok Kalimenir, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Rabu (29/7/2026).

Mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”, kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir Pantai Utara Jawa yang menghadapi ancaman abrasi, perubahan iklim, dan penurunan kualitas lingkungan.

Kegiatan diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu bersama Asosiasi Lembaga Peduli Lingkungan (ALPL), pegiat lingkungan, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, serta perusahaan yang beroperasi di Indramayu. Ratusan peserta mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan hingga pekerja Pertamina turut ambil bagian dalam aksi tersebut.

Kepala DLH Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, mengapresiasi keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya menjaga ekosistem pesisir.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama pelestarian ekosistem Pantai Utara Jawa demi mengamankan masa depan generasi mendatang,” ujarnya.

Menurut Dedi, hutan mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung pantai dari abrasi dan gelombang ekstrem, mengurangi intrusi air laut, menyerap emisi karbon, menjaga kualitas air, sekaligus menjadi habitat berbagai biota pesisir. Selain manfaat ekologis, mangrove juga memiliki nilai ekonomi melalui pengembangan perikanan dan ekowisata berbasis masyarakat.

Section Head Environment PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan, Muhammad Nur Hidayat, mengatakan keterlibatan pekerja dalam aksi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan menjalankan operasional yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.

“Bagi Pertamina, mangrove bukan sekadar vegetasi pelindung pantai, tetapi fondasi penting bagi keberlangsungan ekosistem pesisir. Melalui penanaman mangrove dan bersih pantai ini, kami ingin memastikan pertumbuhan industri dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian lingkungan,” katanya.

Ia menambahkan, komitmen perusahaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Selama ini Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan juga menjalankan berbagai program Community Involvement and Development (CID) yang berfokus pada konservasi mangrove dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah Ekowisata Mangrove Karangsong yang kini menjadi pusat konservasi, edukasi, penelitian, sekaligus destinasi wisata berbasis lingkungan di Indramayu. Selain itu, perusahaan juga mendorong pengolahan produk turunan mangrove bersama Kelompok Jaka Kencana, seperti sirup, dodol, nastar, hingga kopi berbahan buah mangrove jenis pidada untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat pesisir.

Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan, Nurhidayanto, menegaskan bahwa perlindungan kawasan pesisir membutuhkan kolaborasi semua pihak.

“Penanaman mangrove dan aksi bersih pantai ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan. Perlindungan pesisir tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat,” ujarnya.(Sela)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *