INDRAMAYU,DC – Kenaikan harga gabah sepanjang musim panen 2026 membawa angin segar bagi para petani di Kabupaten Indramayu.
Sejak bulan Maret 2026 harga gabah ditingkatan petani mencapai Rp.7.200 Perkilo gram, sedangkan di bulan April mencapai 7.200 hingga Rp.8.000 perkilo gram.
Sedangkan sejak panen raya yang berlangsung pada akhir Mei hingga awal Juni 2026, harga gabah terus menunjukkan tren peningkatan dari harga Rp.7.100 perkilo gram, hingga mencapai Rp8.300 per kilogram pada Minggu (28/6/2026).
Harga tersebut jauh melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, sehingga memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani dalam menjual hasil panennya.
Selama tahun 2026, tren kenaikan harga gabah dinilai mencerminkan kondisi pasar yang lebih menguntungkan bagi petani. Sejumlah petani di berbagai wilayah Indramayu mengaku merasakan dampak positif dari tingginya harga jual gabah.
Dengan hasil panen yang baik dan harga jual yang tinggi, petani mampu menutupi biaya produksi, memperoleh keuntungan yang lebih besar, serta menambah modal untuk musim tanam berikutnya. Kondisi ini turut meningkatkan optimisme para petani dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.
Kenaikan harga gabah juga menjadi kabar baik bagi sektor pertanian di Indramayu yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, kondisi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Meski demikian, para petani berharap harga gabah tetap stabil hingga akhir musim panen agar keuntungan yang mereka rasakan saat ini dapat terus berlanjut.
Salah seorang petani muda asal Indramayu, Riharjo, mengaku bersyukur karena harga gabah musim panen kali ini jauh di atas HPP. Ia menjual gabahnya kepada tengkulak dengan harga Rp7.700 per kilogram melalui sistem pembelian langsung di areal persawahan.
“Alhamdulillah, harga panen kali ini lumayan tinggi. Saya menjual gabah ke tengkulak Rp7.700 per kilogram. Pembeli datang langsung ke sawah sehingga kami bisa menghemat biaya angkut dan ongkos kuli panggul. Harapan saya harga tetap stabil agar petani semakin sejahtera dan bisa menyekolahkan anak-anak mereka,” ujar Riharjo.
Kenaikan harga gabah pada musim panen tahun ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan harga yang menguntungkan dan produktivitas yang terus meningkat, petani berharap kondisi positif ini dapat terus terjaga pada musim-musim tanam berikutnya.(*)
















