SAMARINDA,DC – Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kalimantan Timur melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, Kamis (9/4/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan sumber daya manusia (SDM) pers, peningkatan kompetensi wartawan, serta sinergi strategis dengan pemerintah daerah.
Dalam pertemuan itu, Seno Aji menegaskan bahwa peran pers tidak bisa dipinggirkan dalam pembangunan daerah.
Ia menekankan pentingnya penyajian informasi publik yang akurat serta menjaga independensi jurnalistik.
“Jurnalis harus kompeten dan terverifikasi. Itu kunci menjaga kualitas informasi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap program peningkatan kapasitas wartawan, termasuk pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi anggota PJI Kalimantan Timur, serta membuka peluang kolaborasi ke depan.
Ketua PJI Kalimantan Timur, Jerison Togelang, menegaskan komitmen organisasinya untuk berperan aktif dan memberikan dampak nyata. PJI, kata dia, tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas jurnalistik.
“PJI harus konkret dan berdampak positif, mulai dari pelaksanaan UKW, penguatan kapasitas wartawan, hingga mendorong pemberitaan pembangunan yang berimbang dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Senada, Sekretaris PJI Kalimantan Timur, Tommy Simanjuntak, menegaskan bahwa organisasinya menerapkan seleksi ketat bagi anggota. Setiap anggota wajib berasal dari media berbadan hukum yang tunduk pada Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Sementara itu, Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori, menegaskan komitmen organisasi dalam menjunjung tinggi regulasi pers nasional.
“PJI berdiri di atas aturan. Kami berkomitmen penuh menjunjung tinggi amanat Undang-Undang Pers, termasuk seluruh peraturan dan ketentuan Dewan Pers,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa PJI telah terdaftar secara resmi sejak era reformasi 1998 dan diakui oleh Dewan Pers. Bahkan, PJI turut berperan dalam penyusunan Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI) yang kemudian menjadi bagian dari Kode Etik Jurnalistik.
Menurutnya, hingga saat ini PJI telah sembilan kali melaksanakan UKW bekerja sama dengan lembaga pelaksana tersertifikasi Dewan Pers, dengan pembiayaan mandiri tanpa bergantung pada APBN maupun APBD.
Selain itu, berbagai kegiatan PJI juga kerap dihadiri oleh anggota hingga pimpinan Dewan Pers, sebagai bentuk pengakuan terhadap eksistensi dan konsistensi organisasi dalam menjaga marwah jurnalistik.
Hartanto pun menyampaikan apresiasi atas komitmen Wakil Gubernur Kaltim dalam mendukung peningkatan kompetensi wartawan.
“Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Seno Aji yang serius mendukung dan memfasilitasi UKW anggota PJI Kalimantan Timur,” pungkasnya.(Sela)
















