Berita  

Meriahnya HUT RI 81, Jabar bergerak Indramayu gandeng SLB gandasari

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU, DC — Suasana meriah menyelimuti kompleks Sekolah Luar Biasa (SLB) Gandasari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (18/8/2026).

Puluhan siswa antusias mengikuti berbagai perlombaan khas perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Halaman sekolah pun berubah menjadi arena perlombaan yang dipenuhi sorak-sorai dan gelak tawa.

Beragam lomba digelar, mulai dari joget jeruk, balap karung, makan kerupuk hingga sejumlah permainan lainnya yang telah dimodifikasi sesuai kemampuan para siswa.

Dalam lomba joget jeruk, misalnya, dua siswa harus mengapit buah jeruk menggunakan dahi sambil berjoget mengikuti alunan musik. Mereka dituntut menjaga keseimbangan agar jeruk tidak terjatuh.

Aksi para siswa yang berusaha mempertahankan jeruk dengan kepala tetap diam sambil hanya menggerakkan tangan pun mengundang tawa dan keceriaan peserta lainnya.

Keseruan juga terlihat dalam lomba balap karung. Para siswi mengenakan karung yang hampir menutupi seluruh tubuh dan dilengkapi helm. Mereka kemudian berjalan perlahan sambil jongkok menuju garis finis.

Suasana semakin meriah ketika beberapa peserta terjatuh dan terguling. Panitia pun sigap membantu peserta kembali berdiri, sementara siswa dan orang tua tertawa menyaksikan aksi tersebut.

Lomba makan kerupuk juga tak kalah menarik. Sejumlah panitia bahkan harus membantu memegangi tangan peserta karena mereka beberapa kali mencoba menggunakan tangan untuk mengambil kerupuk.

Tak hanya siswa, para orang tua juga ikut ambil bagian. Mereka mengikuti lomba estafet air hingga mencari uang koin di dalam tepung, yang membuat wajah peserta dipenuhi tepung putih.

Kepala SLB Gandasari, Anggun Gamelia, mengatakan perayaan HUT RI merupakan agenda rutin tahunan yang dirancang untuk melibatkan 138 siswa dari jenjang TK hingga SMA.

Menurutnya, berbagai perlombaan mengikuti permainan yang sedang tren, namun dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa.

«“Yang terpenting bukan menang atau kalah, tetapi mendorong para siswa berani, mandiri, dan ikut merasakan kemeriahannya,” ujar Anggun.»

Ia menambahkan, keterlibatan orang tua juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman bermain dan berinteraksi secara langsung.

Anggun juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran DPC Jabar Bergerak Kabupaten Indramayu yang turut berkolaborasi dalam memeriahkan kegiatan.

Sementara itu, Ketua DPC Jabar Bergerak Kabupaten Indramayu, Ridha Triana, mengatakan keikutsertaan pihaknya merupakan bentuk dukungan terhadap semangat inklusivitas.

Menurutnya, perayaan kemerdekaan harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

«“SLB Gandasari membuktikan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi wujud kebersamaan, penerimaan, dan ruang kebahagiaan yang setara bagi seluruh anak bangsa,” kata Ridha.»

Melalui kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perlombaan, tetapi juga melalui kebersamaan, kemandirian, dan kesempatan yang sama bagi seluruh siswa untuk menikmati kegembiraan Hari Kemerdekaan.(Selamet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *