INDRAMAYU,DC – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas. Salah satu hasil nyata dari program tersebut adalah panen kangkung yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan di dapur Lapas.
Dalam sekali panen, Lapas Indramayu mampu menghasilkan sekitar 40 kilogram kangkung. Kegiatan panen dilakukan dua kali dalam sepekan sehingga total produksi mencapai sekitar 80 kilogram setiap minggu.
Hasil panen tersebut kemudian disalurkan ke bagian dapur untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bahan makanan (BAMA) bagi warga binaan. Pemanfaatan hasil pertanian ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pengelolaan bahan makanan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam bidang ketahanan pangan. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan yang produktif dan bermanfaat.
“Melalui kegiatan pertanian sederhana seperti penanaman dan panen kangkung ini, warga binaan dapat memperoleh keterampilan yang bermanfaat. Selain itu, hasil panennya juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan BAMA di dapur Lapas,” ujar Fery Berthoni.
Menurutnya, pemanfaatan lahan produktif tidak hanya memberikan nilai ekonomis dan manfaat langsung bagi kebutuhan dapur Lapas, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan setelah kembali ke masyarakat.
Program ketahanan pangan ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan produktif bagi warga binaan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan Lapas yang aktif, mandiri, dan bermanfaat.(Sela)
















