Berita  

Pelemahan Rupiah Picu Kenaikan Harga Sejumlah Bahan Pokok di Indramayu

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU,DC – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas impor seperti bawang putih, kacang hijau, dan kemiri.

Salah seorang pedagang di Pasar Baru Indramayu, Munadi, mengatakan kenaikan harga terjadi dalam sepekan terakhir dan dipicu oleh melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS.

Menurutnya, bawang putih menjadi komoditas yang mengalami kenaikan paling signifikan. Harga bawang putih yang sebelumnya dijual sekitar Rp26.000 per kilogram kini naik menjadi Rp35.000 per kilogram.

Selain bawang putih, harga kacang hijau kualitas super juga mengalami kenaikan dari Rp31.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, harga kemiri naik dari Rp42.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.

Kenaikan harga sejumlah bahan pokok tersebut mulai memengaruhi daya beli masyarakat. Jika sebelumnya pembeli biasa berbelanja hingga Rp5.000 untuk satu jenis komoditas, kini banyak yang hanya membeli sekitar Rp3.000.

“Kalau sekarang pembeli banyak yang mengurangi jumlah belanja karena harga naik. Dampaknya penjualan kami juga menurun,” ujar Munadi.

Menurunnya daya beli masyarakat berdampak langsung terhadap pendapatan pedagang. Omzet penjualan yang biasanya mencapai sekitar Rp10 juta per hari kini turun menjadi sekitar Rp8 juta per hari.

Para pedagang berharap nilai tukar rupiah kembali stabil sehingga harga bahan pokok dapat terkendali dan daya beli masyarakat kembali meningkat. Dengan kondisi harga yang lebih stabil, aktivitas perdagangan di pasar tradisional diharapkan kembali normal (Sela)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *