Berita  

Pemkab Indramayu Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan di Tengah Ancaman Kekeringan

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU,DC – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu bersama masyarakat menggelar salat istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau panjang yang mengancam ribuan hektare lahan pertanian di wilayah tersebut.

Salat istisqa dilaksanakan di halaman Masjid Besar Baitur Rohman, Kecamatan Anjatan, pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti Bupati Indramayu Lucky Hakim, jajaran kepala dinas, camat, tokoh ulama, serta masyarakat.

Bupati Lucky Hakim mengatakan, salat istisqa merupakan ikhtiar batin yang dilakukan bersamaan dengan berbagai langkah teknis pemerintah dalam menghadapi dampak kekeringan.

“Melalui salat istisqa ini saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan di Kabupaten Indramayu,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Lucky, musim kemarau menjadi ancaman serius bagi petani, terutama saat banyak lahan baru memasuki masa tanam sehingga kebutuhan air meningkat. Sementara itu, ketersediaan air terus menurun akibat minimnya curah hujan.

Berdasarkan data Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Indramayu, sekitar 10.673 hektare tanaman padi di enam kecamatan kini berstatus terancam puso akibat kekeringan.

Pemkab Indramayu, lanjut Lucky, telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga pasokan air, mulai dari perbaikan saluran irigasi, optimalisasi distribusi air, hingga pengaturan jadwal gilir air agar seluruh hamparan sawah tetap mendapat aliran.

Selain itu, pemerintah juga telah meninjau sejumlah sumber air. Namun, debit air yang terus menurun menyebabkan distribusi air semakin sulit dan memicu perebutan air di sejumlah wilayah.

“Kami berharap seluruh ikhtiar yang dilakukan, baik secara teknis maupun melalui doa bersama, dapat membawa keberkahan sehingga kebutuhan air bagi petani dapat terpenuhi,” kata Lucky.

Sementara itu, wilayah barat Indramayu menjadi kawasan yang paling terdampak kekeringan. Enam camat bersama petani sebelumnya mendatangi Bendung Salam Darma untuk meminta penambahan pasokan air bagi lahan pertanian.

Camat Sukra Sigit Widiyanto mengatakan, langkah tersebut dilakukan demi menyelamatkan tanaman padi yang terancam mati akibat kekurangan air.

Saat dilakukan peninjauan, debit air di Bendung Salam Darma hanya sekitar 14 meter kubik per detik, jauh di bawah kebutuhan minimal untuk mengairi lahan pertanian di wilayah barat Indramayu.

Pihak pengelola Bendung Salam Darma berkomitmen berkoordinasi dengan otoritas terkait agar pasokan air dari Waduk Jatiluhur dapat ditingkatkan hingga mencapai 20–25 meter kubik per detik.

Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan akan terus mengupayakan penambahan pasokan air guna menjaga produktivitas pertanian serta mencegah gagal panen di tengah musim kemarau.(Sela)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *