INDRAMAYU,DC– Polda Jawa Barat mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui pendampingan kelompok tani binaan Polri serta penyediaan lahan pertanian bekerja sama dengan Perhutani dan PTPN.
Hal tersebut disampaikan Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan saat menghadiri panen raya jagung serentak kuartal II di Desa Mekar Waru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Sabtu (16/5).
“Polri akan mengawal dan mendukung penuh program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ujar Kapolda.
Kapolda menjelaskan, Polda Jabar telah menanami sekitar 12.500 hektare lahan jagung atau sekitar 41,6 persen dari total 30 ribu hektare lahan yang tersedia. Selain itu, terdapat sekitar 1.400 hektare lahan pinjam pakai dari PTPN dan Perhutani yang dikelola kelompok tani binaan Polda Jabar.
Menurutnya, Polri hadir sebagai bentuk sinergitas untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, khususnya para petani.
Terkait hasil panen, Polda Jabar telah menjembatani kerja sama dengan Perum Bulog agar hasil produksi petani dapat terserap dengan harga Rp5.560 per kilogram.
“Bulog sudah dapat menerima hasil panen petani binaan Polda Jabar dengan harga Rp5.560. Artinya hasil panen petani sudah bisa diserap oleh Bulog,” katanya.
Untuk mendukung stabilitas pangan, Polda Jabar juga menyiapkan dua gudang ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu dan Subang.
“Untuk menjaga ketahanan pangan, Polda Jabar telah memenuhi 100 persen gudang giling yang ada di Indramayu dan Subang,” jelasnya.
Kapolda mengakui persoalan rantai distribusi masih menjadi keluhan utama petani. Karena itu, pihaknya mendorong sistem ekosistem tertutup yang lebih adil dan terintegrasi, mulai dari pembiayaan, distribusi hingga penyerapan hasil panen.
Ia menyebut, Polri bersama Himbara telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp23,7 miliar kepada petani. Selain itu, Primkopol Polri juga membantu 100 petani binaan dengan modal senilai Rp10 juta hingga Rp20 juta per petani dalam bentuk alat dan mesin pertanian (alsintan).
Dengan pola tersebut, diharapkan petani tidak lagi bergantung pada tengkulak dan memiliki akses usaha yang lebih berpihak kepada kesejahteraan petani.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Jawa Barat turut melepas enam truk bermuatan jagung yang akan disimpan di gudang ketahanan pangan milik Polri di Kecamatan Lelea.(Sela)
















