INDRAMAYU, DC – Satreskrim Polres Indramayu Polda Jawa Barat melakukan pemantauan langsung terhadap proses serapan hasil panen jagung di Gudang Bulog Blok Tlakop, Desa Telagasari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Senin (22/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan proses penyerapan hasil pertanian berjalan lancar, transparan, dan memberikan manfaat bagi para petani.
Dalam kegiatan itu, personel Satreskrim memantau proses penerimaan dan penimbangan jagung yang diserap Bulog. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi hasil panen petani berjalan dengan baik serta mendukung ketersediaan stok pangan nasional.
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bahar mengatakan, pemantauan dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
“Polri hadir untuk memastikan proses serapan hasil panen petani berjalan lancar, aman, dan sesuai mekanisme yang berlaku. Kami ingin para petani mendapatkan kepastian dalam pemasaran hasil panennya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan semangat dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar AKP Muchammad Arwin Bahar.
Menurutnya, sinergi antara Polri, Bulog, dan para petani memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan, terutama di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi pertanian nasional.
“Polri akan terus bersinergi dengan Bulog dan para petani untuk menjamin stabilitas pangan serta rantai distribusi hasil pertanian berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan hasil panen petani dapat terserap optimal dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Bulog Cabang Indramayu, Apip Wijaya, mengatakan Perum Bulog Cabang Indramayu bersama Polres Indramayu akan terus mengoptimalkan penyerapan jagung kering pipil hasil produksi petani di Kabupaten Indramayu.
Menurut Apip, Bulog menetapkan harga pembelian sebesar Rp6.400 per kilogram dengan kadar air maksimal 12–14 persen, kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb, serta kondisi fisik jagung yang bersih dari benda mati, hama, maupun benda asing.
“Harga Rp6.400 per kilogram dengan kadar air maksimal 12-14 persen, kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb, dan kondisi fisik bersih dari benda mati, hama ataupun benda asing. Target penyerapan jagung di Indramayu sebanyak 900 ton dan saat ini realisasinya sudah mencapai 65 persen,” kata Apip Wijaya.
Melalui kegiatan pemantauan tersebut, diharapkan program serapan hasil panen jagung dapat berjalan maksimal sekaligus memperkuat peran Kabupaten Indramayu sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional. (Selamet)
















