INDRAMAYU – Sayuran hidroponik hasil program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu kini semakin menunjukkan kualitasnya di pasar modern. Produk yang dibudidayakan bersama warga binaan tersebut dinilai telah memenuhi standar supermarket dan berpeluang memperluas pemasaran melalui Yogya Toserba Indramayu.
CO Marketing Yogya Toserba Indramayu, Sigit, menyebut produk sayuran hidroponik dari Lapas Indramayu sudah masuk kategori grade A dan layak dipasarkan di supermarket.
“Secara produk, sayuran dari Lapas sudah grade A dan layak masuk ke supermarket. Kualitasnya sangat baik dan pasokannya juga cukup menjanjikan,” ujar Sigit.
Menurutnya, kerja sama dengan Lapas memiliki nilai strategis karena mampu menjaga ketersediaan pasokan, terutama saat hari besar seperti Lebaran dan Iduladha ketika banyak pemasok lain menghentikan operasional.
“Ketika supplier lain libur, Lapas tetap beroperasi. Ini sangat membantu kami untuk menjaga ketersediaan stok sayuran segar,” katanya.
Sementara itu, SPP Fresh Yogya Toserba Indramayu, Bayu, menilai produk hidroponik Lapas memiliki keunggulan dari sisi kesegaran dan kuantitas isi dalam kemasan.
“Produk dari Lapas sangat bagus. Selain lebih segar, isi per kemasannya juga lebih banyak,” kata Bayu.
Ia menjelaskan, dalam harga yang sama, sayuran produksi Lapas memiliki isi sekitar 250 gram per kemasan, lebih banyak dibanding produk sejenis yang umumnya hanya 200 gram.
Bayu menambahkan, minat masyarakat terhadap sayuran hidroponik terus meningkat karena konsumen kini semakin memperhatikan kualitas, kebersihan, dan tampilan produk.
“Respons masyarakat bagus. Konsumen tertarik pada produk yang segar, berkualitas, dan konsisten,” ujarnya.
Ia juga melihat peluang pengembangan melalui penambahan komoditas seperti pakcoy muda, bayam merah, dan daun ketumbar yang dinilai masih jarang tersedia di pasar modern.
“Kami ingin mengoptimalkan kerja sama dengan Lapas. Kalau variannya bertambah, minat konsumen tentu akan semakin meningkat,” tambahnya.
Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Indramayu, Apudin, menjelaskan keberhasilan menghasilkan sayuran hidroponik berkualitas tersebut merupakan hasil riset dan uji coba selama empat tahun.
“Dibutuhkan waktu sekitar empat tahun untuk menemukan formula pupuk yang tepat sehingga kami dapat menghasilkan sayuran hidroponik berkualitas yang memenuhi standar supermarket,” ucap Apudin.
Menurutnya, program hidroponik tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan yang terlibat langsung dalam proses budidaya.
“Warga binaan ikut terlibat langsung dalam proses penanaman hidroponik ini. Selain menghasilkan produk berkualitas, kegiatan ini juga membekali mereka dengan keterampilan yang berguna setelah kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, Lapas Indramayu berencana memperluas lahan hidroponik agar kapasitas produksi semakin besar dan lebih banyak sayuran dapat dipasarkan ke supermarket.(Sela)
















