INDRAMAYU,DC – Spinindo Group menyatakan dukungan penuh terhadap program pengembangan budidaya kedelai di Kabupaten Indramayu sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung target swasembada kedelai Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Penanaman Kedelai Nasional seluas 210 hektare di Kabupaten Indramayu, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Prof. Dr. Ir. Ali Zum Mashar, Koperasi Bareng-Bareng Sugih (BBS), PT Karya Unggulan Anak Bangsa, pemerintah daerah, serta para petani.
Dalam kegiatan tersebut, Spinindo Group diwakili Komisaris Hariyadi B. Sukamdani dan dihadiri Direktur Utama Spinindo Group, Anto Sudaryanto.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Spinindo Group melalui PT Spinindo Sarana Pangan akan mendukung pengembangan kawasan budidaya kedelai seluas 1.000 hektare di Kabupaten Indramayu. Pada tahap awal, perusahaan akan mengembangkan sekitar 200 hektare dan secara bertahap diperluas hingga mencapai target 1.000 hektare dalam kurun waktu 16 bulan.
Direktur Utama Spinindo Group, Anto Sudaryanto, mengatakan keberhasilan program swasembada kedelai membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, inovator, koperasi, dan petani.
Menurutnya, Spinindo Group hadir tidak hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
“Spinindo Group percaya bahwa kemandirian pangan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, petani, inovator, dan dunia usaha. Kami hadir bukan hanya sebagai pendukung, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan,” ujar Anto.
Program pengembangan kedelai ini diharapkan mampu meningkatkan produksi kedelai nasional, mengurangi ketergantungan impor, memperkuat ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Spinindo Group juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut, termasuk Prof. Dr. Ir. Ali Zum Mashar, Koperasi Bareng-Bareng Sugih, PT Karya Unggulan Anak Bangsa, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan para petani yang menjadi ujung tombak keberhasilan program.
Program ini disebut sebagai contoh nyata kolaborasi antara sektor publik dan sektor swasta atau Public-Private Partnership dalam membangun ekosistem pangan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Dengan semangat gotong royong dan kemitraan yang kuat, Spinindo Group optimistis target pengembangan 1.000 hektare kedelai di Indramayu dapat tercapai serta memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya kemandirian pangan Indonesia.(Selamet)
















