Water Meter Balai Wartawan Indramayu Hilang, Diduga Terkait Konflik Dengan Perumdam

banner 120x600
banner 468x60

INDRAMAYU,DC – Alat pengukur pemakaian air (water meter) milik PDAM yang terpasang di Balai Wartawan Kabupaten Indramayu dilaporkan hilang, Kamis (2/7/2026). Hilangnya water meter tersebut mengejutkan para wartawan yang biasa beraktivitas di lokasi.

Peristiwa itu diketahui saat para wartawan hendak menunaikan salat Zuhur. Air di tempat wudu tidak mengalir sehingga mereka terpaksa menggunakan sisa air yang berada di bak mandi.

“Pas mau salat Zuhur air di tempat wudu tidak mengalir. Terpaksa saya menggunakan air di bak mandi ruangan Ketua PWI,” ujar Duliman, salah seorang wartawan.

Abdul Gani juga mengaku terkejut karena sebelumnya, pada Senin lalu, aliran air PDAM masih berfungsi normal dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di Balai Wartawan.

“Air di sini paling digunakan untuk wudu dan kebutuhan warung milik anggota wartawan,” katanya.

Setelah dilakukan pengecekan, diketahui water meter yang telah terpasang sejak Balai Wartawan berdiri pada tahun 1987 sudah tidak berada di tempatnya. Kondisi bekas pencopotannya dinilai rapi dan disebut menyerupai kasus hilangnya water meter di sejumlah rumah warga yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

Para wartawan menduga hilangnya water meter tersebut berkaitan dengan polemik penagihan rekening air oleh Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu.

Menurut Ketua PWI Indramayu Dedy S. Musashi dan Ketua PWRI Kabupaten Indramayu Sonny, sejak Balai Wartawan berdiri pada masa Bupati H. Jahari, Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui PDAM memberikan fasilitas pembebasan pembayaran air sebagai bentuk sinergi dengan insan pers. Kebijakan itu disebut berlanjut hingga masa kepemimpinan Bupati Nina Agustina.

Namun, pada masa kepemimpinan Bupati Lucky Hakim, Perumdam Tirta Darma Ayu mulai melakukan penagihan. Pihak wartawan mengaku telah beberapa kali menjelaskan adanya kebijakan tersebut kepada pihak Perumdam.

Mereka juga menyebut Humas Perumdam saat itu, Sutoni, pernah menyampaikan bahwa penagihan dilakukan atas arahan pimpinan.

Selain itu, pihak Unit Pelayanan Sindang Perumdam Tirta Darma Ayu disebut pernah melakukan penagihan serupa. Setelah mendapat penjelasan mengenai riwayat kebijakan tersebut, persoalan saat itu diklaim dapat dipahami.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu mengenai dugaan hilangnya water meter di Balai Wartawan maupun kaitannya dengan polemik yang sedang berlangsung.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *